2020-12-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan berhasil mengevakuasi empat (empat) orang nelayan melalui Biro Angkutan Umum Maritim Pangkalan Penjaga Pantai dan Laut (PLP) Kelas II Tanjung Uban. Para nelayan tersebut dievakuasi pada Kamis (17/9/2020). Hanyut ke perairan Tanjung Belakit Lauter Natuna. Handry Sulfian menjelaskan, Pimpinan PLP II Tanjung Uban mengerahkan Kuomintang melalui Deddy Sirachman, Wakil Panglima Operasi. Kalimasdha-P.115 pernah mendapat laporan tentang nelayan yang terapung di laut karena kapalnya hancur diterjang badai. -Tiga (tiga) hari sebelum ditemukan dan diselamatkan oleh seekor kambing MT di laut. Seaways Yellowstone, ”jelas Handry. — Handry mengungkapkan bahwa pada pukul 14.30 KN Kalimasadha-P.115 Komandan WIB menjalin kontak radio dengan MT. Kanal Yellowstone kemudian diberangkatkan pukul 15.30. Tiba dari Perairan Tanjung Berakit WIB titik jangkar MT. Lokasi Yellowstone Seaway adalah 01 ° 40’60”T / 104 ° 52’13”T .

Baca: Kementerian Perhubungan mengeluarkan regulasi keselamatan untuk pengendara sepeda yang mengendarai lebih dari 2 sepeda

Berdasarkan proses pemindahan Handry, keempat nelayan yang tewas dibawa ke KN Kalimasadha-P115 dan dievakuasi ke daratan.

Handry menjelaskan bahwa keempat nelayan tersebut tiba di pangkalan PLP Tanjung Uban sekitar pukul 00.30 WIB. Pukul 30.30, Dewan Pertahanan Dunia dan Biro Kesehatan Pelabuhan berkoordinasi untuk membawa keempat nelayan tersebut ke RSUD Tanjung Uban di Busan untuk dirawat.

“Kemudian, setelah dipastikan kondisinya aman, kami akan membantu mereka kembali. Asal mereka di Kijang, “Handry menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan