2020-12-27 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali berharap para tokoh olah raga tradisional baik di pemerintahan maupun kelompok masyarakat terus mengembangkan olah raga tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa seluruh masyarakat, terutama generasi muda milenial. “Tantangan kami adalah bagaimana memobilisasi dan membujuk masyarakat kami, khususnya kaum milenial, untuk memahami dan mencintai olahraga tradisional kami sendiri,” kata Menpola saat membuka webinar pendidikan pengemudi muda. Atlet putri tradisional di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (2 Juli 2020) pagi. Mampola mencontohkan negara-negara yang memiliki olah raga tradisional, telah menyelenggarakan olah raga tradisional di tingkat regional dan internasional. Mereka, jangan biarkan berolahraga. Tradisi kita hanya kenangan, ”imbuhnya di webinar“ Gerakan Tradisional Milenial Cerdas ”. Meng Pola juga mengirimkan pesan khusus kepada duta besar yang berkunjung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk berpromosi. , Melatih dan memajukan olah raga tradisional khususnya Pencak Silat dari berbagai negara Menpora mengatakan: “Tuan rumah Olimpiade tahun 2032 mendatang. “Saya berharap dapat memberikan saran-saran penting melalui webinar ini, karena ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengembangkan olahraga tradisional. Dia menyimpulkan bahwa mereka tidak akan hilang, juga tidak akan menjadi kenangan dan sejarah. Tri Winarno selaku ketua Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) menyampaikan tujuan diadakannya webinar ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan anak muda.Para pegiat olahraga tradisional dapat mengajak siswa dan masyarakatnya untuk mengikuti kegiatan olah raga tradisional dan membuat olah raga tradisional. Itu telah menjadi aset budaya yang sangat diperlukan negara, dikembangkan dan ditingkatkan. “Hasil yang diharapkan adalah terciptanya generasi muda yang memimpin olah raga tradisional. Bagian dari gerakan tradisional asli bangsa Indonesia harus dilestarikan sebagai barang budaya nasional. Hasil yang diharapkan adalah bertambahnya jumlah penggiat. D. Pelaku olah raga tradisional agar bisa melestarikannya. Budidaya olah raga tradisional nasional dan berskala besar, ”ujarnya dalam webinar yang diikuti 400 peserta, termasuk anak muda, organisasi olah raga dan pemerintah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Ketua Panitia X DPR RI, beliau juga menjabat sebagai Pengurus FORMI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komite Permainan Populer dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Zaini Alif, Wakil Ketua KPOTI Pusat Ayi Rahmat dan Olahraga Tradisional dan Aris Subiyono, wakil wakil dari Departemen Pelayanan Khusus. (*)

Tinggalkan Balasan