2020-12-27 |  Kilas Kementerian

Bekasi TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengunjungi rumah 4 pekerja / pekerja penerima manfaat program bantuan subsidi upah di Chikalang, Jawa Barat, Kamis (9/9/2020). Kedatangan Menaker Ida terhalang antusias oleh para pekerja. Sejak usia 10 tahun.

Menurut Menteri Tenaga Kerja, satu atau lebih pekerja yang dia kunjungi hari ini mendapatkan sebagian besar dari subsidi gaji. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena bantuan upah seperti ini sangat membantu mereka dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ada penyesuaian gaji.

“Jadi mereka tahu betul, sangat banyak tentang situasi perusahaan dan menerima kondisi ini. Begitu mereka punya rencana BSU, mereka akan bersyukur, karena setidaknya (bantuan) bisa menggantikan Menaker Ida,” kata Menaker. Sebagian karena Covid-19, Sebagian kerugian upah mereka. Data tahap kedua menerima 3,5 juta data, dan tahap ketiga menerima 3 juta data. Saat ini, pendistribusian subsidi upah tahap ketiga sedang dalam proses.

Tahap keempat, Menaker Ida menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan memperoleh data 2.8. Jutaan calon penerima manfaat, Rabu (16/9/2020). Pihaknya akan segera mereview datanya paling lama 4 (empat) hari kerja untuk melihat data yang disampaikan BPJS Ketenagakerjaan Relevansi. Tujuan pemerintah adalah mengalokasikan BSU kepada 15.725.232 pekerja secara bertahap. Besaran yang diberikan BSU kepada pekerja adalah Rp 600.000. Dikeluarkan setiap dua bulan selama empat bulan (total Rp 2,4 juta). Katanya: ” Jumlah tersebut mencapai 1 juta euro dan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. “(*)

Tinggalkan Balasan