2020-12-27 |  Kilas Kementerian

Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menegaskan, pihaknya terus mengelola program Covid-19, terutama bagi pekerja yang di-PHK dan keluarga yang dipulangkan, untuk mencoba meminimalisir angka pengangguran. Untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan berharap bisa mentransformasi tenaga kerja menjadi pengusaha.

“Kami berharap dapat mendorong para wirausaha pemula dan freelancer dengan membantu para pekerja perempuan terdampak Covid-19 untuk tertarik menjadi wirausaha.” Secara simbolis, program wiraswasta di Pwakada, Jawa Barat (TKM) memberikan bantuan, Kamis (13/8/2020) -Menaker Ida mencontohkan, sebanyak 168 paket program pendampingan TKM merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada perempuan. Ia mengatakan: “Selama pandemi, kita harus menjaga moral pekerja. Harganya mahal karena para perempuan ini punya semangat untuk menjadi wirausaha mandiri. ”-Pembuat Ida memperkirakan, alasan menerima TKM adalah para pekerja yang dipecat akibat Covid-19. Dengan cara ini, mereka kehilangan pendapatan.

Para pekerja ini tidak akan menyerah pada situasi mereka, tetapi mengembangkan kewirausahaan secara mandiri.

“Mengapa memilih perempuan, karena perempuanlah yang paling terpengaruh. Oleh karena itu, dalam semangat ini, menteri negara harus hadir dalam pertemuan tersebut untuk menginspirasi teman-teman yang ingin bertahan dan mandiri di masa yang sangat sulit ini”, Menteri Sumber Daya Manusia Ia mengatakan, Hindharno didampingi oleh Budi Hartawan, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kepala Humas R. Soes.

Menaker Ida menambahkan, kegiatan pemberdayaan wirausaha baru TKM ditujukan untuk mendorong industri kecil, terutama dengan meningkatkan Kreativitas menginspirasi industri yang didominasi pekerja perempuan-Menaker Ida mengungkapkan, hingga 31 Juli 2020, jumlah karyawan tetap yang terdampak COVID-19 sudah melebihi 3,5 juta di Tanah Air.

Tinggalkan Balasan