2020-12-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Guna meningkatkan keselamatan navigasi di Indonesia, Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan tidak boleh ada kompromi dalam pelanggaran penghormatan terhadap kapal dan kelautan.Hal ini menjadi kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama bagi regulator, operator, termasuk pengguna jasa. Aspek penting. -Pemerintah terus menuntut perusahaan angkutan. Prioritaskan pengaturan boarding untuk mendukung keselamatan dan keamanan tim ekspedisi. -Personel yang bertugas harus memastikan bahwa perlengkapan keselamatan tim ekspedisi berfungsi normal dan dalam jumlah yang cukup, serta jumlah penumpang dan kargo di atas kapal tidak melebihi kapasitasnya. Sejak 26 Juli 2020 hingga 26 Agustus 2020, kurang lebih 1 bulan (satu) bulan, Administrasi Umum Angkutan Laut melalui Penjaga Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Bitung telah berhasil menyelesaikan sektor maritim sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16. Kasus penegakan hukum. Tentang pengiriman pada tanggal 17, 17, 2008. Tanjung Bahari 18 / BG. Bendera Indonesia Bahari 3008 terbukti terbukti melakukan tindak pidana di bidang pelayaran, yaitu sesuai Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor 135 / Pid.B / 2020 / PN, tanggal pembuatan kapal layar non bahari tersebut adalah 26 Agustus 2020, ” Kata kepala penjaga laut dan pantai. (KPLP), Jakarta, Ahafaf (1/9/2020).

Ahmed mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kinerja pangkalan PLP Bitung II yang berhasil menuntaskan sektor maritim. Kasus penegakan hukum pidana. Ia mengatakan: “Sesuai dengan instruksi Direktur Jenderal Kelautan, saya tegaskan perlunya menjaga integritas dalam pelaksanaan prosedur hukum dan mematuhi regulasi untuk menegakkan keselamatan navigasi.” Tegasnya. -Membaca: Untuk membantu pengentasan kemiskinan, Kementerian Perhubungan mengumumkan pemberlakuan subsidi transportasi Laut-Pada saat yang sama, Johan Christoffel, Kepala Pangkalan PLP II Bitung, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat kapal patroli KN. Pasatimpo-P.212 yang merupakan posko pengungsian PLP II dibawah komando Fadly Togas Djafar melakukan patroli keamanan laut (PATKESMAR) di perairan Bitung Bayan, Bazhu, pada Sabtu, 25 Juli 2020.

Patroli di KN. Pasatimpo-P.212 menemukan kapal yang mencurigakan tersebut dan segera memeriksa kapal tersebut, kapal TB. Tanjung Bahari 18 / BG. Bahari 3008 Paviliun Indonesia dari Pelabuhan Labuan Bayan Bayah ke Bitung Sulawesi Utara.

Tim peninjau KN menemukan hasilnya. Pasatimpo-P.212, radio SSB rusak, izin stasiun radio maritim habis pada 27 Juni 2020, sertifikat inspeksi ulang liferaft tiup dan sertifikat inspeksi ulang tiup untuk alat pemadam kebakaran akan tiba pada 7 Juli 2020 Periode, dan Majalah Radio tidak ada.

Tinggalkan Balasan