2020-07-10 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Winarno Tohir, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalusia (KTNA) mendukung penggunaan teknologi dan mekanisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) untuk meningkatkan kinerja produksi. Menurutnya, teknologi adalah alat yang sangat diperlukan yang dapat membuat pertanian Indonesia lebih maju, mandiri dan modern.

“Saya pikir langkah ini sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. Ini berarti bahwa teknologi yang digunakan sangat seimbang dengan kegiatan budidaya. Ini adalah langkah yang baik karena teknis dan makanan Permintaan berjalan seiring, “kata Winarno, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Winarno mengatakan bahwa KTNA juga mengapresiasi pengembangan Pusat Data Mulut Perang Pertanian (AWR), yang dapat digunakan untuk kondisi dan potensi lahan pertanian di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, Kementerian Pertanian telah menetapkan komando kelembagaan dari Strategi Pengembangan Pertanian (Kostratani) di setiap kabupaten. Dia mengatakan: “AWR dan Kostratani adalah dua perangkat masa depan yang akan mengubah wajah pertanian Indonesia di dunia.” Namun, Winarno juga berharap bahwa pemerintah akan memberikan lebih banyak perhatian dan perlindungan khusus kepada petani. Dia ingin mereka tetap sehat, bahkan jika mereka harus diproduksi dalam situasi pandemi. “Saya yakin Costellani, melalui konsultannya, akan dapat membantu sambil melindungi petani dari ancaman pandemi korona. Jadi tolong ingat. Kami akan bekerja bersama untuk menjaga persediaan makanan. Kemudian, mari kita gunakan momentum panen raya ini sebagai cara untuk mencapai swasembada. “

Menurut informasi, menurut perkiraan produksi sebelumnya dan data lain, stok beras Indonesia saat ini adalah sekitar 6 juta ton dan 11 juta ton stok kerja, berdasarkan konsumsi negara hanya sekitar 7,9 juta ton

jadi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan beberapa kali bahwa dia optimis tentang pasokan beras ini. Dia juga percaya bahwa pemerintah memiliki kemampuan untuk menstabilkan harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Ke-11 Pasokan semua jenis makanan pokok telah dikontrol dengan aman. Menteri mengatakan bahwa cadangan gandum kami, terutama beras, cukup aman dan terkendali. Dia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir tentang pasokan produk dasar tahun ini karena pemerintah telah menghitung berapa banyak makanan dan pengeluaran yang dibutuhkan Indonesia. — “Neraca perdagangan kita cukup. Dia mengatakan bahwa 11 kebutuhan dasar kita untuk daging, beras, lada jagung dan minyak juga cukup.

Tinggalkan Balasan