2020-12-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Pendidikan Vokasi (Kemendikbud) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkenalkan pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan lomba cover lagu “Membangun Pendidikan Kejuruan-Pembina Gemilang” (CPM-VB). 1000 video yang mengikuti kompetisi ini adalah nama pemenang di setiap kategori.

Untuk kategori A (peserta didik, pendidik, anggota aktif satuan pendidikan vokasi), juara pertama diraih Btari Chinta dari kurikulum sekolah, Video Musik Lembaga Pelatihan (LKP). Juara kedua diraih Program Vokasi Universitas Vokasi Brawijaya. Juara ketiga diraih Yula Diana dari SMK Negeri 1 Grati.

Baca juga: Menurut Kementerian Perindustrian, 75,70% lulusan SMK langsung terserap industri

Selain itu, untuk lulusan kelas B (umum dan profesional) juara I Barat Olive Prima di Depok, Jawa. Juara kedua diraih Purnama Nuraeni dari Bogor, Jawa Barat. Juara ketiga diraih EBB Kabupaten Tulungagung.

Kemudian untuk kategori C (satuan pendidikan IPA dan vokasi) juara I diraih LKP Nuning. Juara kedua diraih oleh SMKS TI Muhammadiyah Cikampek. Juara ketiga diraih oleh Sekolah Pariwisata Bali, Indonesia.

Terakhir, Kemendikbud juga mengucapkan terima kasih kepada para pemenang kategori pameran digital yaitu Sekolah Teknik Kejuruan Maritim Nasional Indonesia, Sekolah Teknik Kejuruan Nasional Lampang dan Sekolah Vokasi Sekolah Tinggi Pertanian Bogor. (IPB). Agar pendidikan vokasi semakin luas, Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga berharap bisa mengajak generasi muda untuk melanjutkan pelatihan sesuai minat (semangat). Ia berharap melalui lagu CPM-VB anak-anak mendapatkan pelatihan vokasional, dan jika ini adalah impian, passion, dan minat mereka, mereka dapat memilih jalur ini dengan lebih percaya diri.

“Saya ingin menyampaikan pesan untuk menginspirasi generasi muda, dan orang tua juga harus memahami passion dari bakat anak-anaknya. Jangan jadikan pemahaman anak tentang kebahagiaan sebagai salah satu bentuk kebahagiaan orang tua. Jangan biarkan kekuatan ini diturunkan kepada anak-anak kita. Dia menjelaskan pada konferensi pers. Diadakan di Jakarta pada hari Jumat (27 November 2020).

Baca juga: Siswa diklat vokasi dinilai lebih mumpuni dan lebih adaptif saat berkarya-Musisi Purwacaraka memuji penyelenggaraan kegiatan ini di kesempatan yang sama. Ia percaya bahwa ide general manager Wikan sangat bagus dan brilian dalam meningkatkan visibilitas, sehingga pendidikan vokasi lebih “ berharga ” di masyarakat – biasa disebut Kang Purwa, menambahkan bahwa pendidikan vokasi sangat penting . Karena kami dengan jelas menyatakan apa yang telah kami pelajari hari ini dan apa yang akan kami pelajari di masa depan. “Mereka lebih siap memasuki dunia kerja. Terima kasih sudah berpartisipasi menyaksikan semua konten ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan