//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Krisis pemahaman sejarah kaum milenial, ini solusi Menteri Sosial Julia Li | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-12-25 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Bagi Menteri Sosial Juliari P. Batubara, tantangan terbesar dalam memperingati Hari Pahlawan adalah melemahnya pemahaman kontemporer tentang sejarah perjuangan bangsa. Hal ini meresahkan, karena dapat membentuk sikap acuh tak acuh generasi muda terhadap sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan. Apalagi dalam proses kemajuan teknologi komunikasi dewasa ini yang memudahkan anak muda dalam mengakses informasi, tidak hanya positif tetapi juga positif dan negatif. . Kandungan negatif bisa jadi mengandung nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai luhur negara.

Apalagi gap antara masa lalu dan masa kini yang besar. Semua ini membawa pada evolusi pandangan masyarakat kontemporer menjadi nilai-nilai kepahlawanan .- “Oleh karena itu, sejarah masa lalu kita membutuhkan referensi yang lengkap dan lengkap. Mungkin perlu untuk menulis bahan referensi yang komprehensif yang dapat digunakan sebagai panduan untuk waktu yang berbeda,” masyarakat Menteri Urusan Juliari (Juliari) selaku konsultan Heroic Webinar yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Jakarta, Senin (11/9/2020), mengatakan, tantangan lain adalah letak geografis Indonesia. . Daratan yang membuat sekelompok orang di sebuah pulau tidak lengkap memahami sejarah kepahlawanan di daerah lain. -Pandangan menteri diakui oleh sejarawan muda Asep Kambali, yang juga merupakan sumbernya. Referensi ini penting untuk memberikan informasi lengkap tentang perjuangannya. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang tidak mengetahui sejarah dan jasa para pahlawannya.

“Semakin banyak kita tahu tentang orang tua kita, semakin kita mencintai mereka. Asep berkata:” Negara kita penuh dengan darah dan air mata, dan semakin kita mengenal dan mencintai negara ini. … Di Eropa dan Amerika Serikat, mereka sangat peduli dengan sejarah mereka. Ini bisa dilihat di berbagai bangunan di masa lalu. Ia mengatakan: “Ini membuktikan bahwa sejarah sudah menjadi keseharian mereka. -Oleh karena itu, perlu ada payung hukum yang kuat untuk melindungi warisan sejarah.” Oleh karena itu, sejarah ini harus terus disosialisasikan. Dia berkata: “Kamu tidak tahu, ini tidak memalukan.” Webinar heroik ini adalah bagian dari rangkaian acara peringatan menjelang Hari Pahlawan di tahun 2020. Webinar akan disiarkan melalui Zoom + Youtube. Menerima perhatian publik dan interaksi dengan sumber, dan merupakan penanya. Webinar setiap jam-Webinar menampilkan sumber daya inspiratif dari berbagai latar belakang, termasuk seniman / tokoh masyarakat, dan lainnya. Acara webinar ini merupakan bentuk respon dari panitia yang menggunakan lebih banyak platform online untuk merancang acara tersebut, dan slogannya adalah “Semarak Hari Pahlawan”.

Berbagai kompetisi akan diadakan sebelum kompetisi. Yakni, Lomba Foto Pahlawan, Lomba Kreasi Foto Pahlawan, dan Lomba Kostum Pahlawan. Saat acara dimulai, acara peringatan Hawan disiarkan secara langsung.

Ajang peringatan Hawan 2020 bertema “My Hero”. Setelah itu, Presiden Joko Widodo akan menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPNU) Kalibata di Jakarta pada 10 November.

Wakil Presiden KH Ma’ruf turut serta dalam acara ini, didampingi oleh Amin, Menteri Sosial Juliari P. Batubara (Juliari P. Batubara) dan pejabat terkait. Selama acara, 60 detik keheningan dipertahankan dengan membunyikan alarm.

Di tempat lain, di bawah pimpinan Puan Maharani, juru bicara Majelis Nasional Indonesia, diadakan acara penanaman bunga di laut. (*)

Tinggalkan Balasan