//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Kementerian Pertanian dan kementerian lainnya akan mengembangkan industri pangan di Kalimantan Tengah | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-12-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mengembangkan food estate seluas 164.598 hektar (ha) di Kalimantan Tengah (Kalimantan Tengah) untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan di masa depan. — Konsep pengembangan pangan ini akan mengintegrasikan tanaman pangan, berkebun, perkebunan dan peternakan pada lahan yang sudah disediakan.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, menjelaskan: Rencana sektor pangan merupakan arahan Presiden Jokowi untuk membina Kalimantan Tengah (Garten) menjadi lumbung pangan. Rencananya berbeda dengan sawah. –Pengembangan industri pangan melibatkan sinergi tiga departemen yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian PURP, dan Kementerian Pertahanan. Jadi tiap areal harus dipetakan, kita kelompokkan bersama, ada kelompok tanaman pangan, berkebun, perkebunan dan ternak di lahan yang sama. Makanya, ini berbeda dengan sawah yang hanya menggunakan beras sebagai bahan bakunya, “kata Quintoro di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (25/6/20). Perluasan seluas 79.142 hektare. Mulai 2020, dengan intensifikasi lahan 30.000 hektare. Pembangunan negeri ini menjadi model terwujudnya lapangan pangan modern berbasis masyarakat tani. Ha, “kata Quintoro. -Lahan ini merupakan pasang surut dan rawa, di mana tanah mendominasi tanah mineral. Gambut, biasanya gambut dangkal sampai sedang (kurang dari 1 m). Melalui pengelolaan lahan modern, produktivitas padi di kawasan ini bisa mencapai 4 hingga 5 ton per hektar. Ia mengatakan, lahan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan tidak mengganggu jadwal tanam. Sampai bisa diekspor. Meskipun dinas PUPR berperan atau memberikan dukungan dalam pengembangan irigasi primer dan sekunder, irigasi ketiga menjadi tanggung jawab dinas. Kementerian Pertahanan mengatakan: “Mempercepat bertani, menabur, menyerap gabah, dan memiliki fungsi pengawasan yang kuat di bidang ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan