2020-12-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) dan jajarannya terus bekerja keras memastikan pasokan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini, berbagai rencana telah dilaksanakan.

Oleh karena itu, pahlawan pangan wajib disyukuri oleh masyarakat, terutama bila sektor pertanian telah berhasil menjadi penopang utama perekonomian nasional. Kepala Dinas Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian (Kuntoro Boga Andri) mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak terkena pandemi Covid-19. Ketika pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pertumbuhan ekonomi nasional dan sektor pendukungnya menurun, sektor pertanian justru mengalami pertumbuhan yang positif bahkan menjadi penyelamat dan penggerak perekonomian nasional.

“Kami melihat dari data BPS bahwa ketika pandemi Covid-19 belum usai, banyak sektor lain yang juga cenderung menurun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia anjlok hingga 4,19% (q vs. q). Hanya sektor pertanian yang kuat Pertumbuhannya positif, ”kata Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, Selasa. Jakarta (25/8/2020) .

Baca: Mengharapkan Merebaknya Api dan Covid 19, Menteri Pertanian SYL Periksa Fasilitas Kementerian Pertanian

Pada triwulan II 2020, BPS mengumumkan PDB sektor pertanian adalah Indonesia Penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 16,24% (q to q). Kemudian pada tahun 2020, triwulan pertama dan triwulan kedua, pertumbuhan PDB sektor pertanian positif, sehingga hal ini menunjukkan dampak positif pada jasa penunjang hulu, hilir bahkan pertanian. “Sesuai petunjuk Menteri SYL, Kementerian Pertanian masih menggarap tanah setiap hari, selalu ada, dan membantu petani, peternak dan masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam pandemi hari ini. Hui. Benih, bantuan pupuk” untuk mesin pertanian, pembiayaan KUR Fasilitas, asuransi pertanian dan bantuan teknis skala besar telah diupayakan. Kuntoro menjelaskan. Fasilitas, pra panen dan pasca panen. Kementerian Pertanian juga terus mendorong petani untuk menggunakan Dana Kredit Komersial (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis perusahaan dan klaster. -Kementerian Pertanian terus bekerja keras meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan nasional, menekan impor dan meningkatkan Volume ekspor. Keberhasilan program KUR. Petani sangat yakin, misalnya, perusahaan di Lombok Timur dengan luas 7.000 hektar bisa menyerap 105 miliar koop, ”jelasnya. Hal ini juga berdampak pada kesejahteraan petani. BPS mencontohkan, nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha pertanian keluarga (NTUP) juga mengalami kenaikan. NTP nasional Juli 2020 sebesar 100,09 meningkat 0,49% dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

Sedangkan NTUP nasional pada Juli 2020 sebesar 100,53, meningkat 0,28% dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.

Baca: Kementerian Pertanian Kelola Penyebaran Covid-19 dan Antisipasi Kebakaran Gedung

Tinggalkan Balasan