2020-12-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Guna mendukung rencana percepatan pembangunan jalur akses dan pasase masuk ke pelabuhan, Direktorat Angkutan Laut Kementerian Perhubungan telah merampungkan pembangunan dua kapal navigasi yang dibangun di PT. Galangan Kapal Doyang, Tanjung Balai Karimun.

Kedua kapal itu KM. Lambung kapal survei BS 7023. Setinjan dan nomor lambung 7024, BS. Sebatik. Kedua kapal tersebut akan segera diberangkatkan ke Kawasan Pelayaran Pontianak dan Kawasan Berlayar Tarakan untuk operasional.

Hengki Angkasawan, Direktur Navigasi atas nama Direktur Departemen Angkutan Laut dan Pimpinan PT, membantu proses pengiriman ke dua kapal tersebut. Galangan Duoyang, berlokasi di Galangan PT. Pada tanggal 14 Agustus 2020, Galangan Kapal Tanjung Balai Karimun Doyang.

Navigator Hengki Angkasawan dalam sambutannya mengatakan, proses pelepasan dan pengiriman dua kapal “survey kapal” merupakan salah satu tonggak rangkaian pengembangan perusahaan. Kapal pengintai lepas pantai yang dibangun di galangan kapal PT. Galangan Kapal Doyang.

“Kawasan navigasi Pontianak III dan lambung BS7024 akan memberangkatkan dan mengoperasikan dua kapal navigasi, masing-masing KM. Lambung masyarakat klasifikasi BS 7023. Hengki mengatakan:” Menurut wilayah navigasi, kapal Tarakan tiga tingkat itu berlayar. Menurut Hengki, kapal layar akan dibangun untuk mendukung rencana percepatan pembentukan jalur perairan pelabuhan dan navigasi di perairan Indonesia. Hengki mengatakan: “Kegiatan observasi laut, survey hidrologi, struktur navigasi dan lintas batas serta tugas pengawasan. Selain itu, Henkey mengatakan bahwa dalam database RIPN, saat ini terdapat 636 saluran, 62 di antaranya telah teridentifikasi. 4 koin dan lebih banyak diproses untuk 4 koin. Henkey berkata: “Jika Anda membeli, hanya bisa menjangkau kira-kira 10%. Oleh karena itu, ke depan tugas Biro Navigasi masih sangat berat, mencapai 100%. Saran diberikan kepada penanggung jawab wilayah navigasi. Kawasan navigasi Tarakan III dan kawasan navigasi Pontianak III ditambah kapal penelitian ini, Hal ini dimungkinkan untuk lebih meningkatkan layanan yang diberikan kepada pengguna jasa navigasi, terutama dalam hal pengelolaan tata ruang jalur air, sehingga lebih aman, nyaman, aman dan efisien .- “Tentunya dengan penyediaan peralatan dan sumber daya manusia yang terampil di masa depan. , Kami akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara profesional dan proporsional. Sementara itu, Bambang Kismanto, Panglima Armada dan Pasukan Pangkalan, dalam laporannya mengatakan pembelian unit kapal pengawas kapal navigasi ini disediakan dana murni dari anggaran “kondisi”.

Adapun kapal-kapal tersebut disebutkan Dimensi kapal pengintai adalah panjang total 9,48m, panjang garis air 8,29m, lebar 2,80m, tinggi 1,25m, dan kecepatan maksimum 12 knot per jam. (*)

Tinggalkan Balasan