2020-12-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK-Motor Sailing (KLM) Maju Abadi GT. 191 mengangkut 550 ton kargo umum pada pukul 15:00 tanggal 5 Desember 2020. WIB mengalami kecelakaan kapal di perairan Kalimantan Barat. Husrin meninggalkan Gresik menuju Pontianak pada 30 November 2020.

“Saya mendapat pesan dari PT dari petugas KSOP II Pontianak. Pemberitahuan Ekasari Bahari Pontianak WIB jam 14.00 pada hari Sabtu, 5 Desember 2020 berada di selatan Bouy luar outlet Jungkat di Pelabuhan Pontianak 2 Terjadi kecelakaan KLM Maju Abadi di NM (nautical miles), ‚ÄĚkata Apririanus Hangki selaku direktur biro tersebut. .

Setelah mendapat informasi kecelakaan dari KLM Maju Abadi, penanggung jawab KSOP II Pontianak langsung meminta bantuan kepada PT, dan Pertamina memberitahukan kepada Panglima kapal TB Sanchai untuk melakukan tindakan membantu evakuasi 7 orang tersebut. awak kapal. Kepala II KSOP Pontianak pun segera menginstruksikan anggotanya untuk mengerahkan empat kapal patroli KPLP milik KSOP II Pontianak, yakni KN.P 341, KN.P 405 dan KN.P 5207 yang tergelincir dan jatuh di lokasi kecelakaan KLM Maju Abadi. . – “Pukul 17.00 WIB empat kapal patroli KPLP milik KSOP II Pontianak kapal TB. Sanchai milik PT. Pertamina berhasil mengevakuasi tujuh ABK KLM Maju Abadi dengan selamat,” kata Hangki. Lainnya, “tambah Hangki …”. Setelah dilakukan pemeriksaan KKP Pontianak, 7 awak kapal KLM Maju Abadi dinyatakan sehat. Akhirnya, pihak KSOP II Pontianak segera menyerahkan 7 ABK tersebut. Agen pelayaran PT. Ekasari Bahari sudah berakhir.

FYI, kantor KSOP Pontianak II juga berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Basarnas, TNI AL dan Polairud untuk membantu mengevakuasi jatuhnya KLM Maju Abadi.

Tinggalkan Balasan