2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah meminta pekerja imigran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri selama pandemi Covid-19 untuk menunda liburan, pulang dan pulang ke rumah. PMI harus mematuhi standar perjanjian kesehatan yang ditetapkan. “Untuk memutuskan rantai distribusi Covid-19, kami mendesak PMI untuk menunda kembalinya hingga dapat mengatasi situasi kontainer Corona. Kembalinya PMI dapat diarahkan ke PMI yang kontrak kerjanya telah diputus, PMI yang visa kerjanya telah berakhir dan / atau PMI yang telah dikeluarkan, “kata Menaker Ida di Jakarta pada hari Minggu (5 Mei 2020) .- Aina ( Menaker Ida) mengungkapkan hal ini dengan menjadi sumber diskusi online yang diadakan oleh AKU Indonesia. Temanya adalah “Penempatan PMI dan kebijakan perlindungan selama pandemi Covid-19 dan adopsi UU No. 18/2017” melalui konferensi video di Jakarta , Minggu (5 Mei 2020). — Didampingi oleh Binapenta dan General Manager PKK Aris Wahyudi dan Direktur PPTKLN Eva Trisiana Menaker Ida mengumumkan bahwa mereka akan terus bekerja dengan perwakilan IR di negara pemukiman dan rombongan kerja Perlindungan SMI Kerja. Hubungi pengguna / pengguna (majikan) dan agen penempatan sehingga PMI yang telah mengakhiri kontrak kerja dapat terus dibantu / difasilitasi untuk tinggal / tinggal di negara pemukiman kembali.

“Kami juga Koordinasi dilakukan untuk membuat SMI, yang tidak dapat bekerja karena kebijakan relokasi fisik, bekerja dengan baik sehingga gaji selalu dibayarkan dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh negara pemukiman kembali. “Suara-suara di kerumunan – Selama pandemi Covid-19, Menaker Ida berkoordinasi dengan pejabat Rotary Club dan juga menyerukan penempatan MIP di semua negara tujuan untuk menghindari meninggalkan tempat tinggal kecuali topeng digunakan dalam keadaan darurat dan pergi Pusat keramaian.

“Kami berkoordinasi” dengan sarana teknis dari departemen tenaga kerja di negara tujuan untuk menarik pengusaha agar SMI meninggalkan pusat keramaian dan mengenakan topeng saat meninggalkan rumah, “Menaker melanjutkan pekerjaan pencegahan lain dan membangun Tim pelaksana pemerataan untuk secara aktif memantau dan menanggapi layanan perlindungan hotline WNI, termasuk PMI yang terhubung dengan Covid-19. Tempatkan status PMI di negara tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan