2020-12-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru transportasi termasuk jasa angkutan laut, Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pedoman penyelenggaraan angkutan laut di kalangan masyarakat yang menyesuaikan dengan kebiasaan baru Nomor 12 Tahun 2020. Surat edaran tersebut menunjukkan Society of Coronavirus Diseases 2019 yang aman untuk berproduksi (Covid-19).

Edaran itu dikeluarkan di samping ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 41 tahun 2020, yang melibatkan Perubahan Permenhub Nomor 18 Tahun 2020, Terkait Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19, dan Surat Edaran General Manager Kelompok COVID-19 Edisi ke-7 Tahun 2020 tentang Orang Berwisata selama Masa Adaptasi Standar dan persyaratan untuk beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru agar lebih aman dan terjamin untuk hidup di Coronavirus Disease Society 2 019 (COVID-19).

“Surat edaran ini tidak lagi mengatur siapa yang boleh atau membatasi siapa yang telanjang. Tetapi siapa pun boleh berperahu, tetapi tetap harus mematuhi prinsip-prinsip aturan kesehatan, termasuk jarak fisik,” R. Agus H, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kata Purnomo saat rapat. Berita virtual “Regulasi pengawasan transportasi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 ke masyarakat produktif dan produktif. Safe Covid-19” bertempat di Kantor Kementerian Perhubungan DKI Jakarta.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan angkutan laut selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, setiap penumpang dan operator harus memenuhi standar informasi kapal penumpang, operator terminal penumpang, dan pelabuhan embarkasi. Turun. -Misalnya, penumpang bertanggung jawab atas kesehatannya dengan menerapkan prosedur kesehatan (seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan mematuhi peraturan yang berlaku). -Setiap penumpang wajib menunjukkan tiket, boarding pass, KTP, dan dokumen lain yang diperlukan.

Persyaratan khusus Untuk penumpang dari luar negeri, mereka harus lulus tes PCR sebelum tiba di pelabuhan domestik.

Selain itu, setiap penumpang juga diwajibkan mengaktifkan aplikasi “Care to Protect” di ponsel yang dapat diunduh melalui Appstore atau Playstore. Mengenai kapasitas penumpang yang diizinkan di kapal, Administrasi Umum Angkutan Laut menekankan bahwa kapasitas penumpang harus didasarkan pada Karakteristik kapal disesuaikan dengan tetap menggunakan prinsip-prinsip protokol sanitasi Covid-19 Free Health secara rutin menerapkan prosedur kesehatan kepada karyawan, awak kapal atau operator lain, termasuk menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan.

Tinggalkan Balasan