2020-12-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Mendukung implementasi Traffic Separation System (TSS) yang mulai berlaku mulai 1 Juli 2020 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan maritim akan keselamatan navigasi sebagai perairan Indonesia, khususnya lingkungan Selat dan Lombok. Perlindungan lingkungan laut di perairan sekitar selat pulau.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perhubungan akan menyebarluaskan dan menyebarluaskan informasi melalui Administrasi Umum Angkutan Laut dan Administrasi Umum Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, sehingga ketika TSS dilaksanakan pada 1 Juli 2020, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memperoleh Informasi yang valid tentang menentukan TSS. -Menurut keputusan rapat ke-101 Komite Keamanan. Dalam Maritime Organization (MSC) International Maritime Organization (IMO), pemerintah Indonesia telah menetapkan Traffic Separation Plan (TSS) di Selat Sunta dan Selat Lombok yang akan resmi dilaksanakan pada 1 Juli 2020. -Publikasi IMO Colreg juga memperkuat ini. 2 putaran 74 dan SN.1-Circ. Dokumen 337 tentang implementasi TSS dan langkah-langkah kesejajaran terkait di Selat SS dan Lombok. Selain itu, penetapan TSS juga menjadi tugas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 (tentang kebijakan maritim Indonesia), khususnya dalam hal kebijakan keamanan laut dan perlindungan lingkungan laut di Selat Sunta dan Selat Lombok. “Kami bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengirimkan pesan kepada pengguna telepon seluler di Lampang, Serang, Bali, dan Nusa Tenggara Barat dalam bentuk SMS, karena telekomunikasi (penyiaran pesan teks) dianggap sebagai salah satu sarana yang paling luas. Efektif menyebarluaskan media untuk menyebarluaskan informasi terkait kebijakan yang disampaikan pemerintah. Indonesia, ”kata Direktur Hengki Angkasawan yang berlayar di Jakarta, Selasa (30/6). -Dia menjelaskan bahwa SMS Blast dikirimkan dengan menggunakan identitas “KEMENHUB” sebagai identitas pengirim, dan dikirimkan mulai tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2020. Selat Lombok selesai pada Januari 2020, dan pengiriman tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2020.

Selain itu, “Kami juga akan menyiarkan informasi tentang navigasi yang aman (SIA) melalui sistem identifikasi otomatis,” ujarnya.

Komentar Adapuin diteruskan dalam SMS siarannya, yaitu: TSS Selat Sunda dan Selat Lombok akan dilaksanakan mulai 1 Juli 2020. Pengamanan dan pengawasan dari VTS Merak dan VTS Benoa akan diberikan Prioritas informasi. Informasi: https://bit.ly/34FOC2y’

Untuk memastikan validitas informasi yang disampaikan dan menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Hengki menjelaskan penggunaan Kementerian Perhubungan sebagai pengirim Pesan singkat yang dikirimkan oleh identitas tersebut. – Diharapkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan stakeholders melalui siaran SMS dapat diterima dengan baik, sehingga semua pihak termasuk pemerintah, stakeholders terkait dan masyarakat dapat mendukung pelaksanaannya, sehingga Menerapkan TSS dengan benar di Selat Sunda dan Lombok. (*)

Tinggalkan Balasan