2020-12-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah menimbulkan efek domino pada berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di sektor informal atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Akibat pandemi tersebut, penjualan UMKM anjlok sehingga harus mendapat PHK dari sebagian besar karyawan, dan ada pula yang kesulitan mengembalikan pinjaman. Pada saat pandemi Covid-19, sektor UMKM dapat bertahan dan mengembangkan aktivitasnya, dan pemerintah terus menggelar National Economic Recovery Plan (PEN), salah satu item anggarannya antara lain “Dukungan UMKM”.

Situasi pandemi ini secara tidak langsung telah menyebabkan perubahan perilaku konsumen yang lebih rela bertransaksi secara online, termasuk mengurangi penggunaan uang kertas yang sensitif bakteri dan menjaga jarak dengan orang lain dengan cara membeli produk di toko. produk elektronik.

Selama ini masyarakat Indonesia telah banyak menggunakan platform digital. Dalam laporan e-commerce Redseer Indonesia, transaksi belanjaan online diharapkan tumbuh sebanyak 400% pada tahun 2020, sementara penjualan online produk kecantikan dan fesyen akan meningkat sebesar 80% dan 40% dibandingkan tahun lalu. —Ini salah. Saat pandemi Covid-19, peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM adalah melakukan transformasi bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital. Namun, tidak mungkin beralih ke teknologi digital seperti ini. Pasalnya, ternyata banyak UMKM yang masih belum bisa melakukan transaksi online terbaik karena rendahnya kualitas produk, kapasitas produksi, dan literasi digital.

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengatakan pada acara “Seremoni program pelatihan digitalisasi dan pemasaran produk halal bagi usaha kecil dan menengah”, mengatakan bahwa pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menyediakan program pemerintah secara lebih cepat dan tepat waktu. Dan memberikan bantuan pemerintah. Namun, menurutnya, teknologi digital juga menghadapi tantangan tersendiri dalam penerapannya, meski di sisi lain mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, jasa, dll. Hal tersebut juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan ekonomi kelas bawah dan menengah guna meningkatkan produktivitas.

“Saat ini baru 8,3 juta dari 56 juta peserta UMKM secara nasional yang menggunakan teknologi tersebut, meski lebih diperlukan saat pandemi. Covid.19 dia selenggarakan di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2018. Konferensi video tersebut mengatakan: “Beberapa perusahaan yang tidak mengalami penurunan pendapatan adalah perusahaan yang menggunakan alat penjualan elektronik untuk menjalankan bisnis. Oleh karena itu, penyediaan pasar yang diharapkan untuk usaha kecil dan menengah menjadi semakin penting. “DPR mengesahkan Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan (UU Ciptaker) pada 5 Oktober 2020. Dalam UU ini, usaha kecil dan koperasi akan mendapatkan keuntungan dari berbagai keuntungan, khususnya: izin tunggal untuk insentif usaha mikro dan hubungan dengan usaha kecil dan menengah. Fasilitas usaha besar dan menengah untuk kerjasama badan usaha; memberikan insentif keuangan dan keuangan untuk pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah; mengutamakan produk / jasa dan jasa UKM dalam pengadaan produk pemerintah; UMK menjalin kemitraan melalui fasilitas umum; dan mendirikan koperasi Serta kemudahan penerapan ajaran Islam di koperasi.Tidak hanya UMKM tradisional, pemerintah juga berharap dapat mendorong terbentuknya UMKM berbasis Islam yang berperan dalam rantai nilai halal global sehingga dapat memacu pertumbuhan usaha dan meningkatkan Ketahanan ekonomi masyarakat Tanah Air. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mempermudah perizinan dan menekan biaya sertifikasi halal.

“Kami berharap industri halal Indonesia menjadi pemain nasional dan global kita sendiri. Saat ini produk kita masih halal.Pada 2018, Indonesia menghabiskan sekitar US $ 214 miliar untuk produk makanan dan minuman halal, jadi kita konsumen terbesar dibanding negara muslim lainnya. Manfaatkan sepenuhnya potensi halal global, terutama dengan meningkatkan ekspor yang masih mencapai 3,8%, ”kata Wapres Maruf.

Tinggalkan Balasan