2020-12-22 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (CQ) kembali mendonasikan 13 (tiga belas) kapal layar populer (Pella) kepada 13 (tiga belas) pemerintah daerah (yakni pemerintah kota dan bupati). Pada tanggal 14 Juli 2020 telah dilaksanakan upacara penandatanganan simbolis pemberian subsidi kepada kapal di Jakarta, dan dikoordinasikan mobilisasi subsidi publik untuk kapal laut. R Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Perkapalan, serta walikota dan kepala daerah penerima bantuan kapal juga turut hadir dalam acara tersebut. Direktur Jenderal Argus Punonomo mengatakan: “Pada Selasa (14/7), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dapat membayar kembali hingga 13 (13) pemerintah daerah dan kota hingga 13 kapal Pera.) Akan menerima hadiah kapal. Kabupaten dan kota tersebut adalah Provinsi Lampung, Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Yarol, Kabupaten End, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Lampung Timur, Pesa. Kabupaten Varan, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Lampang Pong dan Kabupaten Tanggamus.

Menurut Dirjen Argus, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Perhubungan (Ungan Laut memperoleh kapal Pelra yang tujuan utamanya untuk meningkatkan status ekonomi penduduk dan hubungan antar wilayah Indonesia.Selain itu, ketika mulai beradaptasi dengan habitat baru dapat digunakan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Membaiknya perekonomian terutama di daerah-daerah terpencil memungkinkan mereka untuk merasakan dampaknya. Rencana jalan maritim.

“Kalaupun keadaan masih sulit akibat Covid-19, kita” harus ingat untuk saling membantu dan mendukung demi mewujudkan perekonomian Indonesia. Tetap beroperasi normal. General Manager Agus (Agus) mengatakan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk bersama-sama membuat kemajuan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah untuk mendukung rencana jalan laut secara lebih spesifik.

Menurutnya, ditugaskan kepada pemerintah daerah Setiap kapal Pelra (Pelra) memiliki 13 35 GT, kapasitas penumpang 24 penumpang, kargo 10 ton, 5 awak kapal dan kecepatan kapal 9 knot, serta memenuhi persyaratan teknis dan manajemen (termasuk integritas awak) , Sertifikat dan dokumen kapal.

“Pemerintah berharap subsidi kapal umum ini bermanfaat untuk kegiatan masyarakat di daerah, dan bersemangat. Argus mengatakan:” Sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat lokal di daerah masing-masing, Kapal tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk pengoperasian, perbaikan dan pemeliharaan serta pendaftaran sebagai milik negara, serta dapat ikut serta memajukan kemakmuran masyarakat.Pada saat yang sama, Direktur Biro Perhubungan dan Pelayaran Kapten Wisnu Handoko mengatakan dalam laporannya bahwa pada tahun anggaran 2019, Kementerian Perhubungan melalui laut Administrasi Umum telah menyelesaikan pembangunan 18 kapal Pera dengan total anggaran Rp 41 miliar yang dibangun oleh 5 (lima) galangan kapal nasional di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan yang semuanya akan mendapatkan penghargaan Pemerintah daerah yang membutuhkan konektivitas.Pada awal tahun 2020 sudah diserahkan 18 kapal (18 kapal Pelra) ke 5 pemerintah daerah, dan Kementerian Perhubungan hari ini mengembalikan tidak kurang dari 13 kapal Pelra lainnya (14/7) ton Kapten Wisnu Handoko Mengatakan: “13 (tiga belas) wilayah dan kota administrasi angkutan laut Indonesia.” Menurut Kapten Wisnu, selama ini jumlah kapal yang diberikan ke wilayah tersebut telah diberikan kepada pemerintah dengan 118 (118) kapal, yang diserahkan pada tahun 2017. Rincian 24 (dua puluh empat) kapal, 89 (delapan puluh sembilan) kapal diserahkan pada tahun 2018, dan 5 (lima) kapal telah diserahkan pada awal tahun 2020. –Sesuai penghargaan Kapten Wisnu selama tiga tahun terakhir Monitoring penggunaan kapal Pelra oleh pemerintah daerah Gubernur, setiap pemerintah daerah menggunakan kapal ini sesuai dengan kepentingan daerahnya masing-masing, beberapa diantaranyaAntara Kepulauan Tara dan subkawasan, ada yang kemudian dijadikan kapal pesiar, dan ada pula yang digunakan untuk angkutan kargo, karena bahkan pada pemilu lalu kapal ini memiliki ruang kargo sekitar 5 ton, dan kapal ini juga. Dapat digunakan untuk logistik pengangkutan barang pemilu.

“Tentunya ini contoh dan bukti yang baik bagi pemerintah daerah yang telah menerima kapal ini hari ini. Akan menggunakan Pelra semaksimal mungkin. Katanya:” Sebagian hibah kapal Pelra itu seperti Kapal-kapal tersebut sama dengan kapal-kapal sebelumnya dan digunakan sebagai input aset bagi pemerintah daerah. “Kapten Wisnu.-Dalam kesempatan ini Djafar Achmad Pelra Ship Grant Bupati mewakili Ender menyatakan bahwa Pemkab dan Kota yang telah menerima Ship Grant mengumumkan siap beroperasi semaksimal mungkin. , Pemakaian dan perawatan kapal ini, serta dianggap sebagai aset pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan jalan raya maritim dan meningkatkan konektivitas antar daerah di daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah masing-masing.

“Kita daerah Pemerintah juga berharap kedepannya, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut akan terus berlanjut, Jafar menyimpulkan: “Kami berkomitmen membangun fasilitas transportasi laut agar Indonesia menjadi poros maritim dunia.”

Tinggalkan Balasan