2020-12-22 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719 / P / 2020, tentang Ketentuan Pedoman Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Rencana di Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus

– Unit pengajar dalam kondisi khusus dapat menggunakan program yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. -Membaca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kursus pembelajaran darurat selama pandemi Covid-19

“Rencana satuan pengajaran dalam kondisi khusus memungkinkan sekolah memilih mata pelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar siswa”, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadim Nadiem Anwar Makarim menjelaskan proses penyesuaian kebijakan pembelajaran saat pandemi Covid-19 dalam konferensi pers, di Jakarta, Vendr edi (7/8/2020).

Rencana tersebut dilaksanakan dalam kondisi khusus untuk memberikan keleluasaan bagi unit-unit pengajaran Mata kuliah ditentukan sesuai dengan situasi belajar siswa. Unit pengajar dalam keadaan khusus dapat:

1) Selalu mengacu pada kurikulum nasional;

2) Menggunakan prosedur darurat;

3) Menyederhanakan rencana secara mandiri.

Mendikbud menjelaskan: “Jenjang pendidikan dalam semua situasi khusus dapat dipilih dari tiga rencana.” Bacaan: KPAI: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kurang tegas dalam menentukan rencana darurat-Pendidikan dan Rencana darurat (dalam kondisi khusus) yang dirumuskan oleh Kementerian Kebudayaan merupakan penyederhanaan kurikulum nasional. Dalam kursus tersebut keterampilan dasar setiap mata pelajaran direduksi agar guru dan siswa dapat fokus pada keterampilan dasar dan keterampilan prasyarat untuk melanjutkan pembelajaran ke jenjang yang baru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyediakan Modul Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Harapan Sekolah Dasar (SD) dapat membantu keluarga belajar, termasuk petunjuk pembelajaran berbasis aktivitas bagi guru, orang tua dan siswa.

Tinggalkan Balasan