2020-12-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mewajibkan setiap perusahaan menyiapkan agen Covid-19 K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Personel Covid-19 K3 diwajibkan untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19 di tempat kerja.

“Kami mewajibkan setiap perusahaan dan kantor memiliki personel Covid-19 K3 yang bertanggung jawab untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan kembali di tempat.” Menaker Ida, Rabu (29/7/2020). Usai melakukan kegiatan Senam Tenaga Kesehatan (SPS) di halaman Kantor Manajemen Karawang International Industrial City (KIIC) di Karawang, Jawa Barat, ia mengatakan – Menaker Ida mengingatkan bahwa untuk melaksanakan perjanjian kesehatan dengan baik, pengusaha dan pekerja harus menggunakan Kehidupan dan budaya menjadi budaya hidup untuk mewujudkan gaya hidup bersih dan sehat semaksimal mungkin Perjanjian kesehatan tidak hanya menjadi kewajiban pengusaha kepada pekerja atau pekerja. dan sebaliknya.

“Jangan memakai masker untuk menghindari denda. Anda pasti pecandu narkoba, dan Anda pasti menjadi pecandu narkoba saat memakai masker. Menaker Ida berkata:” Mari kita cintai diri sendiri dan peduli penyebaran Covid-19 tidak pernah terjadi. “Tidak hanya itu, Menaker Ida juga mendorong para pengusaha untuk melaksanakan kampanye pekerja yang sehat di lingkungan perusahaan. Kampanye tersebut bertujuan untuk membantu para pekerja beradaptasi dengan kebiasaan baru. Guna dapat menciptakan dunia industri yang produktif dan aman dari Covid-19.

“Melalui arus tenaga kerja yang sehat, diharapkan para pekerja / buruh akan selamat, sehat dan produktif, dan perusahaan akan mampu berkata:“ Agar produktivitasnya tetap terjaga dan beradaptasi dengan keadaan normal yang baru. ”Menaker Ida .

Menaker Ida mengungkapkan, Gerakan Pekerja Sehat merupakan implementasi dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sesuaikan penerapan budaya hidup sehat dengan kebutuhan dunia kerja.

“Gerakan pekerja yang sehat bertujuan untuk mendorong budaya hidup sehat di tempat kerja. Ia mengatakan:“ Bekerja dan menghilangkan kebiasaan dan perilaku pekerja / pekerja yang tidak sehat. Dikatakannya, Program Mobilitas Tenaga Kerja Sehat memiliki beberapa tujuan yaitu, deteksi dini penyakit pekerja, tempat kerja bebas rokok, aktivitas fisik / senam, penyediaan ruang menyusui, gaya hidup bersih dan sehat, penggunaan alat pelindung diri, pertolongan pertama, dan Promosikan diet seimbang. — “Namun, pergerakan tenaga kerja yang sehat tidak boleh menjadi beban dan tidak dapat dianggap sebagai kewajiban. Namun harus menjadi kebutuhan hidup berbudaya dan sehat. Yang bisa menyelamatkan kita adalah kemauan untuk hidup sehat. Yang penting Meinak Aida bersabda: “Datanglah dari kami, sehatlah, sehatlah, Alhamdulillah, semoga Covid 19 itu jauh dari kami.” – Meinak Aida juga menganjurkan kebersihan dan kesehatan Gaya hidup serta latihan fisik dan olah raga. Tidak apa-apa di tempat kerja, jadi cluster Covid-19 tidak akan terjadi di tempat kerja. Oleh karena itu, diharapkan pekerja / pekerja selamat, sehat dan produktif, serta perusahaan akan terus menjaga produktivitas dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru.

“Saya berharap Kawasan Industri KIIC menjadi bagian dari garis depan pembangunan yang sehat. Menaker Ida ada di Plt. Iswandi Hari, Direktur Utama Binwasnaker dan K3; Ghazmahadi, Direktur PNK3, dan Soes Hindharno, Kepala Humas Kementerian Ketenagakerjaan Pengawal mengatakan, sektor industri lain juga perlu melakukan langkah serupa. Nah, pihaknya mengunjungi beberapa industri dan pabrik di kawasan KIIC. “Mereka (pakar industri) semuanya sudah menerapkan regulasi sanitasi. Namun dari KIIC dengan 160 perusahaan / industri, tidak ada satupun yang dinyatakan positif Covid-19. A-dia menyatakan. (*)

Tinggalkan Balasan