2020-12-21 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mantan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan, sektor pertanian merupakan solusi pamungkas untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Pasca pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi penopang utama pemulihan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, menurut Menteri Pertanian, gerakan diversifikasi pangan merupakan pilihan terakhir untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Saya berharap semua usaha kecil dan menengah bisa menyelesaikannya. Ekspor tersebut adalah ekspor kopi, makanan dan kue dari Indonesia ke seluruh benua dalam satu hari.” Ujar Menteri Pertanian pada pameran pangan UMKM setempat di gedung PIA, Jakarta Kementerian Pertanian, Rabu (19 Agustus 2020). Ia mengatakan, pihaknya saat ini bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk memperkuat ekspor.

“Saya sudah bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri agar kita bisa mempromosikan produk UMKM bebas beras yang bisa mendorong ekspor,” ujarnya. -Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam pertemuan tersebut melalui video virtual. Ia mengaku akan terus mendukung seluruh gerakan diversifikasi pangan.Salah satunya dengan menggerakkan petani di Provinsi Jawa Timur untuk menanam pangan lokal yang bernilai pasar. — Menurut Khofifah (Khofifah), kini saatnya Indonesia mengubah persepsi masyarakat terhadap pangan lokal yang dianggap tidak menguntungkan. , Masyarakat tidak sejahtera. Pandangan ini berubah, seperti belum makan nasi, kebahagiaan kita belum tercapai. Oleh karena itu, Hoffefa berharap Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) memperkuat kerja sama dengan Kementerian Sosial dalam sosialisasi pangan lokal.

“Kami berharap dapat bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Sosial untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di masa mendatang. Kita bisa memperluas cakupan dalam diversifikasi negara, ”pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan