2020-12-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Inspeksi kecelakaan kapal merupakan salah satu elemen yang berperan penting dalam peningkatan dan perwujudan keselamatan laut yang merupakan salah satu tugas pokok dan prioritas Kementerian Perhubungan. Administrasi Umum Angkutan Laut.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Jenderal Penjaga Pantai dan Laut (KPLP) terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemeriksa kecelakaan kapal, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan sertifikasi verifikator kecelakaan. Mulai Selasa, 20 Oktober 2020 hingga Jumat, 23 Oktober 2020, kapal akan bertahan selama empat (empat) hari dan berlokasi di Jakarta.

Dalam sambutan pembukaan Staf Ahli Menteri Hukum dan Perhubungan Umar Aris, Direktur KPLP Ahmed mengatakan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Kelautan Nomor 17 Tahun 2008, Direktur Otoritas Pelabuhan adalah Administrasi Umum Pelabuhan dan Angkutan Laut Perpanjangan hak untuk melakukan kecelakaan kapal sebagai bagian dari pemeriksaan awal.

“Pemeriksaan pendahuluan tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Saya bertanggung jawab atas fungsi pemeriksaan kecelakaan kapal sesuai aturan dan regulasi yang berlaku,” kata Ahmed-Ahmed mengatakan masih banyak alasan di Indonesia. Kecelakaan pengiriman disebabkan oleh banyak faktor, tentunya hal ini memerlukan tindakan penegakan hukum yang cepat, transparan dan profesional. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugasnya, pemeriksa dokter gigi bersertifikat kapal harus menunjukkan integritas dan kemandirian yang tinggi, serta menguasai prosedur pemeriksaan awal kecelakaan kapal agar dapat memberikan laporan awal yang berkualitas dan berkualitas kepada pemeriksa kecelakaan kapal.

Prosedur dan kondisi inspeksi Kecelakaan kapal itu sendiri telah diawasi. Di antara regulasi yang telah diterapkan di tingkat nasional dan internasional, antara lain aturan CI, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 6 Malam Tahun 2020. Pemeriksaan kecelakaan kapal harus sesuai dengan ketentuan ini.Petugas berkeyakinan bahwa tugasnya bukan mencari kesalahan orang yang dikendalikan, tetapi menggali dan memperoleh informasi tentang penyebab kecelakaan agar dapat dievaluasi dan diperbaiki, sehingga tidak terjadi lagi keadaan tersebut di kemudian hari. Ledakan Ahmed. .

Oleh karena itu, dalam rangka memperkuat pemahaman dan memperdalam regulasi dan ketentuan terkait pemeriksaan kecelakaan kapal, dalam melaksanakan kegiatan sertifikasi ini, petugas pengendali kecelakaan kapal akan memperoleh bahan dari sumber terkait sebelum mengikuti ujian sertifikasi dari pemeriksa kecelakaan kapal.

Menurut Ahmad (Ahmad) selaku regulator di industri perkapalan, ia meyakini seluruh aspek cabang pelayaran telah melakukan yang terbaik dan bekerjasama dengan semua pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan pelayaran , Terutama ketika situasi berikut terjadi. Kecelakaan kapal.

“Namun, jika terjadi kecelakaan, kapal pasti terjadi. Saya harap kami memiliki inspektur kecelakaan kapal yang kompeten dan profesional yang dapat mengontrol prosedur pemeriksaan awal kecelakaan kapal sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Ahmed Mengatakan: “Apakah itu konvensi internasional atau peraturan Indonesia saat ini, peraturan ini harus diikuti. “-Untuk referensi, kegiatan sertifikasi kegiatan insiden kapal ini wajib sesuai dengan Pasal 55 Peraturan Menteri Perhubungan. Persyaratan prosedur pemeriksaan insiden kapal pada 6 Juni 2020 yang mensyaratkan kapal Syarat pengukuhan Direktur Jenderal adalah bahwa petugas pengendali kecelakaan kapal harus menaati surat keterangan pemeriksaan kecelakaan kapal dan dinyatakan berhasil.

Diikuti oleh 30 (30) peserta dan satu peserta (perwakilannya adalah Kepala Indonesia Penanggung jawab pemeriksa kecelakaan kapal perwakilan dari Tim Pelaksana Teknis (UPT) Biro Teknologi Transportasi. Tenaga ahli yang diperkenalkan adalah tenaga ahli dari Administrasi Umum Angkutan Laut, Pengadilan Maritim, KNKT, BKKP, dan Dinas Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Perhubungan. (*)

Tinggalkan Balasan