2020-12-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Keamanan merupakan isu sensitif yang akan mempengaruhi kelangsungan perdagangan.

Untuk perdagangan internasional maritim, kapal akan memilih untuk singgah di pelabuhan dengan tindakan keamanan berisiko rendah untuk menghindari potensi risiko keuangan karena gangguan keselamatan dan biaya asuransi.

Untuk menilai tingkat kepatuhan dan memastikan bahwa langkah-langkah keselamatan telah diterapkan secara efektif pada kapal dan fasilitas pelabuhan, Kementerian Perhubungan, melalui badan yang ditunjuk oleh Administrasi Umum Angkutan Laut, memberikan kewenangan kepada Administrasi Umum Angkutan Laut atau yang disebut badan verifikasi kode ISPS untuk memverifikasi keselamatan kapal dan fasilitas pelabuhan Manajemen (kode ISPS). Sekretaris General Manager Andy Hartono mengumumkan pengapalan tersebut pada acara pembukaan pelantikan auditor kode S ISP di Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020). Menurut Andy, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki posisi dan peran strategis yang sangat penting dalam perdagangan dunia, dimana 40% perdagangan internasional maritim dilakukan oleh Indonesia.

Hal ini membawa keuntungan bagi Indonesia, dan juga membawa konsekuensi logis bagi Indonesia, Pemerintah menjamin keselamatan navigasi pengguna jasa.

Hal yang sama berlaku untuk kapal yang berbendera Indonesia untuk pelayaran internasional jika tidak melakukan manajemen keselamatan sistem sesuai dengan ketentuan amandemen. Menurut Konvensi Internasional untuk Keselamatan Kehidupan di Laut 1974, yang diatur dalam Kode Keselamatan Fasilitas Pelabuhan dan Kapal Internasional (ISPS), konsekuensinya mungkin penolakan untuk memasuki pelabuhan negara lain. Tentu hal ini akan merugikan kita dalam kaitannya dengan hubungan internasional dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan dan memastikan bahwa pengelolaan keselamatan kapal dan fasilitas pelabuhan di Indonesia dilakukan secara efektif dan konsisten kepada pengguna jasa. “Kata Andy. -Selain itu, Andy mengingat perannya sebagai auditor aturan ISPS. Di Indonesia, keberhasilan penerapan aturan ISPS sangat penting karena dia adalah leader dalam penegakan regulasi keselamatan laut. Oleh karena itu, Andy sangat berharap para peserta memastikan bahwa auditor kode ISPS dapat menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati, menghargai profesionalisme yang tinggi dari individu, serta terus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya.

“Saya berharap hal ini dapat menjadi motor penggerak untuk membangun kejayaan maritim Indonesia. Dukung keinginan kami. Ia menuturkan, dalam laporannya, Ahmad, Kepala Pengawal Laut dan Pantai, mengungkapkan jumlah peserta sebanyak 24 (dua puluh empat) orang, termasuk yang berasal dari Kelompok Pelaksana Teknis Administrasi Umum Angkutan Laut. (UPT) 15 orang (15 orang) dan 9 orang (sembilan orang) dari Mabes TNI AL dan Penjaga Pantai. Berhak ditunjuk sebagai auditor. Keamanan internasional kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS code) sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. Nomor 134 Tahun 2016 -Dalam kondisi yang sama, sebanyak 24 orang pegawai Tata Niaga Umum Angkutan Laut yang dikukuhkan sebagai auditor kode ISPS, Kepala Dinas Kepegawaian dan Organisasi, Hernadi Tri Cahyanto, dinilai telah menguasai keterampilan yang dibutuhkan.

“Proses ini pasti sangat lama, mulai dari seleksi, pengalaman kerja dan pelatihan. Saya berharap ini menjadi kekuatan tambahan di garda depan Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan keselamatan transportasi khususnya di bidang pelayaran Indonesia,” Hull Kata Nadi. -Akhirnya, dalam semangat reformasi birokrasi di daerah, Hernadi menyampaikan pengelolaan peralatan dan tindak lanjut kepresidenan RI, guna mewujudkan perangkat sipil, perkantoran dan organisasi kepegawaian yang lebih profesional, serta berharap dapat bekerjasama dengan Administrasi Umum Angkutan Laut Sekretariat dan Administrasi Transportasi Indonesia bekerja sama dengan departemen manajemen maritim dan pesisir untuk mencapai jenjang karir dan kesejahteraan yang lebih sesuai untuk rekan kerja.-ISPS code review partner. (*)

Tinggalkan Balasan