2020-12-21 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan program padat karya sebagai salah satu program pengobatan bagi pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Selain menyasar pekerja, program ini juga memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Kementerian Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah (Ida Fauziyah) mengatakan, rencana kerja padat karya merupakan rencana rutin Kementerian Ketenagakerjaan setiap tahun. Prosedur penyemprotan disinfektan padat karya. Rencana ini juga menjadi rencana rutin setiap hari Jumat.

Baca: Kementerian Ketenagakerjaan berencana menghapus 9.000 pekerja anak pada tahun 2020

“Setiap Jumat saya membantu pekerja yang di-PHK dan didemobilisasi di lapangan. Buruh Menaker Ida di Kelurahan Rencana penyemprotan disinfektan secara intensif menyatakan: “Kemarin, kebakaran terjadi di kawasan Tamboa pada hari Jumat sebelum Idul Fitri. Kali ini ditujukan untuk komunitas dan komunitas agama. Bangka, Kecamatan Prapatan, Manbang, Jakarta Selatan (12 Juni 2020) Menaker Ida menjelaskan, setiap kegiatan penyemprotan disinfektan padat karya melibatkan sekitar 70 orang, dan setiap penanggung jawab penyemprot disinfektan akan Dinas mendapat bonus Rp 500.000. “Setiap kegiatan melibatkan 70 pekerja yang dilakukan secara bergilir sesuai ketentuan kesehatan. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini memungkinkan teman-teman yang redundan untuk dipulangkan dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, “kata Ada. — Ada lebih lanjut menjelaskan:” Menurut data dari 3.066.567 pekerja dari Kementerian Tenaga Kerja, mereka adalah Dampak pengusiran atau pemulangan Covid-19. mereka. Di antara mereka, 1.757.464 data pekerjaan telah dihapus. Artinya kita mengenal mereka dengan nama dan alamat. Sisa 1.274.459 pekerja masih bersih-bersih. “— Dari 1.757.464 pekerja yang terkena Covid-19, 380.221 di-PHK di sektor formal. Sisanya 1.058.284 pekerja sektor formal dipecat dan 318.959 pekerja informal (termasuk UMKM) terkena dampaknya. Perjanjian Pencegahan Penyebaran Virus Penyakit 2019 (Covid-19) dan Covid-19 yang menyediakan bisnis dalam bisnis, semua pihak dan bisnis sebagai pekerja perlu menerapkan perjanjian kesehatan yang sesuai. Dia menyimpulkan: “Ini untuk membentuk Kunci untuk standar baru efisiensi, kesehatan dan keselamatan. Teman juga harus mempersiapkan prosedur kesehatan dari rumah untuk pulang. “

Tinggalkan Balasan