2020-12-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Permintaan industri jagung rendah aflatoksin merupakan peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Jumat (6/11) lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Administrasi Umum Tanaman Pangan dan Persatuan Produsen Pengolahan Jagung Indonesia (P3JI) mencapai nota kesepahaman, yaitu asosiasi industri untuk industri konsumsi rendah aflatoksin seperti pati jagung. Industri pemanis dan pati jagung.

Suwandi, General Manager Tanaman Pangan, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan jagung nasional industri anggota P3JI.

“Padahal, jagung rendah aflatoksin memiliki bentuk yang sama, katanya:“ Kandungan aflatoksinnya kurang dari 20 ppb. “-Jagung kualitas ini sudah memenuhi standar keamanan pangan dan dapat digunakan sebagai bahan pangan. Merupakan bahan baku industri pangan. Jagung dengan aflatoksin rendah melebihi satu juta ton per tahun. Katanya:“ Tentu saja situasi di Indonesia saat ini. Menghasilkan lebih dari 24 juta ton jagung, harus bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan tersebut. “Syahrul Yasin Limpo, saat ini kita tidak hanya harus mengandalkan kuantitas, tapi juga menjamin kualitas yang tinggi, dan berjanji menyediakan jagung dengan aflatoksin yang rendah. Saya yakin kita benar-benar bisa mengisi jagung dari dalam negeri,” kata Suwandi.

Di lokasi yang sama, Maya Devi, Presiden Direktur P3JI, menuturkan bahwa P3JI bertekad untuk memulai bahan bangunan di China. Diakuinya: “Kami tidak hanya keluar dari kepentingan industri, tapi juga berharap bisa berkontribusi untuk kepentingan petani.”

Gatut Sumbogodjati, direktur pengolahan dan penjualan pangan, mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Perkawinan silang berarti memanen lebih dari 10 hari dari umur jagung tertua. “Misalnya untuk jagung hibrida rata-rata umur panen siap panen adalah 110 hari. Karena itu, dia bangga memanen jagung rendah aflatoksin. Langkah kedua adalah merawat tanaman dengan berbagai cara, dan Tidak akan merusak biji jagung, karena jika biji jagung rusak maka akan meningkatkan kualitas jagung yang dipanen. Langkah selanjutnya adalah melakukan proses pasca panen dengan benar dan mempercepat proses pengeringan. Sebaiknya panen jagung setelah empat jam, baru kemudian Langsung dikupas dan dikeringkan dengan alat pengering (dryer) .- Gatut menegaskan bahwa kemitraan antara produsen jagung dan pengguna industri merupakan prasyarat untuk memproduksi jagung rendah aflatoksin dalam skala industri agar dapat berjalan dengan baik Gatout berkata: “Jika pemerintah, industri, dan petani semua bertindak bersama, saya yakin kita akan mampu menangani daging aflatoksin hasil rendah ini. Perkebunan uji coba jagung rendah aflatoksin provinsi. Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.-Sebelumnya, Lombok Timur Kabupaten Pulau juga sudah mulai uji coba menyediakan industri makanan dan minuman yang mencakup seluruh kawasan yang beroperasi sejak 2019 seluas 40 hektar.

Tinggalkan Balasan