2020-12-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Salah satu instruksi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo kepada berbagai kementerian / lembaga (K / L) adalah untuk terus mempercepat realisasi anggaran. Hal serupa dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos).

Salah satu percepatan langkah yang telah dicapai adalah percepatan realisasi anggaran untuk pemberdayaan masyarakat adat terpencil (KAT). (28/7/2020) KAT memberikan wewenang kepada dewan untuk menyelenggarakan acara ini guna mempercepat anggaran resmi KAT pada tahun 2020. Kementerian Sosial juga memberikan bantuan sosial senilai Rp251.200.000 kepada anak-anak suku Jambi dari hibah tersebut. -Kakak kita di Katl. Menteri Sosial RI Julia Batuba (Juliari P. (28 Juli 2020)) .

Baca: Kemensos memberikan bantuan sosial tunai kepada masyarakat adat terpencil

Kegiatan ini mempertemukan 78 peserta yang berasal dari 23 provinsi dan 16 daerah, termasuk dari Dinas Sosial dan Lembaga Partisipasi Kesejahteraan (LKS) yang memberdayakan KAT. Selain itu, Menteri Sosial Juliari mengatakan, pihaknya mendorong jajarannya untuk membuat perencanaan dengan sepenuh hati. Sehingga setiap orang dapat merasakan manfaat dari rencana tersebut. — Mensos juga meminta agar anggaran misi pembantuan daerah segera dilaksanakan dengan tetap menjalankan asas tanggung jawab.Berpihak pada Pemangku Kepentingan (PKAT BeST) .

PKAT PKAT BeST adalah Rencana penguatan kapasitas resmi KAT agar mampu memenuhi dan meningkatkan kualitas hidup warga KAT secara berkelanjutan. PKAT BeST mengacu pada 4Ps yaitu people, production and the earth, serta didukung oleh kemitraan. Empat hal yang menjadi poin utama bagi kami untuk menentukan arah kebijakan otorisasi KAT ke depan. Masyarakat dapat diartikan sebagai pengetahuan, kesehatan, dan kearifan lokal. Produksi berarti mengedepankan mata pencaharian berkelanjutan yang disesuaikan dengan kelangsungan hidup warga KAT. Artinya bertumpu pada sumber daya alam.

Tinggalkan Balasan