2020-12-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Meski berlabel sekolah swasta, bukan berarti sekolah tersebut tetap memiliki kekuatan finansial yang kuat.

Beberapa sekolah swasta, terutama yang terkena pandemi, mengalami kesulitan dalam pengoperasiannya, para guru dan anggota fakultas juga malu karena tidak membayar uang sekolah siswa selama beberapa bulan.

Tentu saja, kami tidak menginginkan penangguhan kelas secara besar-besaran karena krisis ekonomi. Ini akan mempengaruhi pendidikan siswa.

Sebelumnya, dana BOS yang diklaim secara eksklusif diberikan kepada sekolah-sekolah negeri di daerah tertinggal, perbatasan, dan terluar (3T). Meskipun dana kinerja BOS disediakan untuk sekolah negeri yang berjalan dengan baik.

Menimbang jumlah sekolah yang terkena dampak, kebijakan pendanaan juga berubah selama pandemi Covid-19.

BOS sekolah swasta Dana – Kebijakan yang diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) tunduk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 24 Tahun 2020, tentang penegasan bantuan operasional sekolah dan kinerja bantuan operasional sekolah. Instruksi teknis. Tercatat, baik sekolah negeri maupun swasta yang terkena pandemi Covid 19 akan menerima dana BOS.

“Saat ini fokus dan prioritaskan pada daerah yang membutuhkan dan paling berdampak, karena situasi saat ini perekonomian banyak daerah yang terpukul parah dengan adanya Covid-19,” Nadiem Makar im mengumumkan.

Sekolah swasta merupakan institusi yang kondisi ekonominya paling rentan terhadap pandemi Covid-1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan Rs 32.000 crore dalam Dana Afirmasi dan Kinerja BOS, dengan sasaran membuka 56.115 sekolah di 32.321 desa / kelurahan di daerah khusus. Pemberian dana bantuan adalah 60 juta rupiah. Setiap sekolah setiap tahun.

Dana ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah. Pastikan bahwa BOS dan kinerja BOS dapat digunakan untuk kegiatan yang sama seperti BOS biasa selama pandemi Covid-19.

Informasi lengkap meliputi pembayaran guru honorer, uang sekolah guru di sekolah ternama (jika dana masih tersedia), biaya belajar sekolah dan biaya kesehatan dasar terkait pencegahan Covid-19.

Anggota DPR mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan Dera dalam mengalokasikan dana BOS untuk pengukuhan dan pengoperasian sekolah swasta. Kinerja selama pandemi Covid-19.

“Saya sangat bersyukur sekarang proposisi dan kinerja BOS bisa dimanfaatkan oleh sekolah swasta. Ini bisa membantu sekolah swasta menghadapi dampak Covid -19,” kata Lathifah. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Panitia X X Dede Yusuf, ia menilai keinginan masyarakat melalui kebijakan ini sudah ditanggapi dengan baik oleh Nadim.

“Saya kaget dan mengapresiasi Pak Menteri, baru saja mengeluarkan kebijakan UKT, relaksasi BOS dan penegasan BOS serta dukungan kinerja untuk sekolah swasta,” kata Dede.

Sebagaimana kita ketahui bersama, menurut Permendikbud nomor 24 24 tahun 2020, ada dua kriteria sekolah yang berhak mendapatkan bantuan tersebut. -Pertama-tama, di daerah terpencil atau tertinggal, keadaan masyarakat adat jauh, berbatasan dengan negara lain, dan terkena bencana alam, bencana sosial atau daerah darurat lainnya. Sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin yang tinggi, relatif sedikit sekolah yang menerima dana BOS reguler, dan sekolah dengan proporsi guru tidak tetap yang tinggi-Editor: Dana Delani

Tinggalkan Balasan