2020-12-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Balai Latihan Kerja Perbaikan (BBPLK) di bawah Kementerian Sumber Daya Manusia terus melakukan gebrakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Salah satu kemajuannya adalah penyelenggaraan pelatihan online (online) pada saat pandemi Covid-19.

Karena pembatasan pengumpulan, biasanya BBPLK tidak dapat melakukan pelatihan tatap muka. –Mode pembelajaran online juga menjadi pilihan utama yang cocok untuk dunia pelatihan, sehingga pelatihan dapat dilanjutkan.

“Setelah WHO secara resmi mengumumkan virus Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret tahun lalu, metode pelatihan telah mengalami perubahan yang luar biasa.” Kata manajer fungsional pengenalan pekerjaan utama Kementerian Tenaga Kerja. Pada konferensi pers Kementerian Ketenagakerjaan Kota New York, Senin (3/8/2020), karya Hery Sudarmanto, Hery Sudarmanto, menyatakan ada empat tantangan pelatihan online selama pandemi Covid-19. -Pertama-tama, siswa pasif. Peserta pasif akan mempersulit guru / coach untuk mengetahui apakah peserta memahami materi yang diberikan.

“Solusinya guru / coach harus mampu membaca situasi dan melakukan banyak kegiatan interaktif”, kata Hery.

Kedua, pelatih harus tetap berhubungan dengan peserta. Karena pada saat instruktur / coach memberikan pelatihan secara online, peserta sering kali mengalami “gangguan” dengan lingkungan sekitar- untuk itu peserta harus mempersiapkan semaksimal mungkin, terutama mencari tempat-tempat yang tidak banyak “gangguan”. .

Tinggalkan Balasan