2020-12-19 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali nyaris membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Olahraga Nasional (KONI) 2020 pada Selasa (25/8/2020) di lantai 9 Kemenpora. , Jakarta.

Menpora berharap KONI Rakernas mengajukan pertanyaan-pertanyaan strategis untuk mempersiapkan sukses di semua cabang olahraga. Diharapkan semua pihak yang berkepentingan melakukan berbagai upaya agar prestasi olahraga tidak ketinggalan jauh. Selain event PON dan event internasional, ”harapnya.

Sukses dan berprestasi muktamar kerja nasional bertema PON XX / 2021 Papua adalah tujuan bersama.

“ Semoga kita punya tujuan yang sama Berkomitmen agar 2021 kita deklarasikan sebagai tahun pemulihan, karena di tahun 2020 semua kegiatan olahraga dan ekonomi terkait olahraga harus dihentikan, yang tidak mungkin. Kata La Menpora. Pimpinan olahraga didorong untuk setidaknya bekerja keras menjaga status atletnya, terutama yang bersiap untuk mengikuti kompetisi nasional dan internasional. Selama pandemi, kita akan terus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat (seperti bulu tangkis, angkat besi, menembak). Dll), dan alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan kejadian atau masalah Covid-19, terangnya. Kemenpora saat ini sedang menyusun rencana akbar olahraga nasional. Masih dalam tahap uji publik. Belum ada desain Tidak ada yang bisa dicapai. Jika Anda tidak memiliki rencana, Anda tidak dapat mencapai kesuksesan.

“Keberhasilan yang terjadi secara tidak sengaja tidak akan bertahan, juga tidak akan berkelanjutan. Diharapkan dalam waktu dekat dapat segera dilegalisir dan dapat menjadi dasar untuk mencapai kesuksesan. Mampola mengatakan: “Prestasi Akademi Olahraga Pusat dan Akademi Olahraga Daerah di Akademi Olahraga Pusat. Kerja sama antara Kementerian Olahraga Pemuda dan Akademi Olahraga Pusat kedepannya akan dijelaskan dalam memorandum. Sesuai kesepakatan, Komite Sentral Kuomintang Pusat akan membantu pemuda Kementerian Olahraga dan Kementerian Olahraga melaksanakan pengawasan penyelenggaraan olahraga, sekaligus mengawasi keberhasilan kegiatan olahraga yang dilaksanakan oleh dinas olahraga dan pendidikan jasmani.

“Kami langsung memberikan bantuan untuk olahraga. Kedepannya, KONI dan KONIDA akan mengikuti inspeksi dan inspeksi, serta review olahraga. Disarankan agar KONI bertanggung jawab atas pekerjaan monito. Akhiri dan awasi pertukaran antara olahraga dan pemerintah, ”ujarnya.

Ketika Presiden KONI Pusat Marciano Norman meneruskannya ke konferensi kerja nasional, tujuannya adalah merumuskan berbagai Kebijakan strategis untuk mendorong dan memfasilitasi para atlet dan pekerja olah raga agar dapat terus berlatih, bertanding dan melakukan kegiatan lain untuk senam jasmani, sehingga dapat banyak berpidato di kancah internasional.

“Rakernas kali ini mengikuti PON XX / Tema tahun 2021 adalah Papua. Tema ini selaras dengan harapan bisa mencapai skala nasional, dan harapannya harus sukses dalam event nasional multi event PON XX / 2021 Papua yang sedianya digelar Oktober 2020, namun karena pandemi Covid-19, PON XX Tahun 2020 ditunda hingga Oktober 2020 “, ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan