2020-12-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memuji kinerja sektor pertanian yang tangguh saat menghadapi virus corona atau pandemi Covid-19. Ridwan mengatakan memang menurut hasil penelitian Universitas Pajajaran masyarakat sudah memperhatikan bahwa pada masa pandemi Covid-19, sektor yang paling tangguh di dunia bahkan di Indonesia adalah sektor ini. pertanian. Kemudian menurut statistik dari Jawa Barat, orang yang terkena Covid-19 adalah rata-rata penduduk perkotaan, sehingga semakin banyak orang yang pergi ke desa dan daerah dengan pendapatan Covid-19 yang lebih sedikit karena tidak terburu-buru. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kebijakan Menteri Pertanian. Saya berharap kedatangan Pak Menteri bisa menyemangati kami, karena kami akan terus meningkatkan swasembada pangan, ”Ridwan Kamil mengutarakan derajat pengawasan selama acara berlangsung. Operasi karantina peternakan (6 / 16).

Ridwan mengaku optimistis Kementerian Pertanian (Kementan) dapat memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan.Kesejahteraan petani Jawa Barat.Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pertanian sedang menggalakkan masa depan pertanian khususnya Terobosan yang sama telah dicapai dalam menangani situasi pasca-Covid-19. Dia mengatakan: “Kami juga memiliki aplikasi untuk mengetahui cara menyinkronkan pasar pertanian dan koordinat lahan. “Ridwan meyakini inovasi teknologi dalam pertanian digital adalah syarat utama untuk menyesuaikan permintaan masa depan. Memang selama ini petani hanya memanfaatkan perasaan ini di bidang pertanian dan memahami evolusi harga pangan.

“ Kalau kentang, mereka ada di mana-mana. Akan tumbuh kentang. Sekalipun lerengnya tidak sesuai, kualitasnya tidak tinggi. Tanahnya tidak cocok, ini akan menginformasikan pasar produk pertanian mana yang tumbuh, dan produk pertanian yang berkaitan dengan wilayah geografis akan cocok dengan produk yang sesuai. Dia menjelaskan.

Pada saat yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan keamanan dan peningkatan keamanan pangan pasca Covid -19, khususnya di Jawa Barat. “Pertanian berjalan dengan baik melalui sistem online. Karantina pertanian, sehingga setelah Covid-19 atau perlambatan lain yang disebabkan oleh Covid-19 dipastikan akselerasi ini akan pulih dengan baik.

“Saya ingin merayakan. Katanya:“ Sehubungan dengan Covid-19 Treaty, sehari dengan Gubernur Jawa Barat khususnya dalam hal percepatan pembangunan pertanian untuk memenuhi kepentingan masyarakat khususnya di Jawa Barat kita sepakat untuk bekerja sama Percepat langkah ini, “ujarnya. Atau dalam keadaan normal setelah ada Covid-19,” kata Syahrul. ) Dan meningkatkan produk turunan.

Jadi sudah saatnya mengetahui cara bercocok tanam dengan mendirikan marga Asterisk pasca COVID-19, agar tidak hanya fokus pada beras saja tapi bisa menghasilkan berbagai makanan dan mengubahnya menjadi banyak produk turunan. Bahkan setelah Covid-19 ada, hidup dalam kondisi baru atau normal tetap bisa berproduksi. Ia mengatakan: “Saya juga sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas keseriusannya mempersiapkan pasca Covid-19 atau dalam kondisi yang sama, masyarakat tetap dapat menjaga produktivitas secara lokal. Pertanian, “pungkas Syahrul. (*)

Tinggalkan Balasan