2020-12-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menyusun rencana untuk mengatasi kemungkinan krisis pangan global.

Krisis pangan diperkirakan akan melanda dunia karena wabah Covid 19 yang terus berlanjut. -Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, rencana saat ini adalah melakukan kampanye percepatan tanam sekaligus, kemudian menyediakan fasilitas produksi untuk mendanai usaha pertanian KUR dan memberikan bantuan keuangan kepada petani kecil. Tujuan kami adalah meningkatkan produksi pangan sekitar 7%. Ini harus dilaksanakan kalau sudah ada kebijakan, “kata Menteri Pertanian saat jumpa pers dengan Menteri Luar Negeri Jakarta, Kamis (4/6). Hal ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah, 11 diantaranya beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai, daging sapi, ayam, telur, gula dan minyak goreng. Menurutnya, pemerintah telah melaksanakan tiga tahapan pembangunan. – Tahap pertama adalah agenda jangka pendek, agenda jangka menengah, dan tahap ketiga adalah pelaksanaan agenda jangka panjang.Pandemi Covid-19, namun dia mengatakan: Sebuah koridor untuk melaksanakan kebijakan dan rencana yang dirancang dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian …. Seperti kita ketahui bersama, Kementerian Pertanian telah menerapkan berbagai kebijakan dan rencana untuk meningkatkan produksi. Sesuai dengan Visi Budaya Agricu 2020-2024 .— Ini Visi tersebut meliputi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri dan modern berdasarkan asas gotong royong. (*)

Tinggalkan Balasan