2020-12-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali di Pusat Latihan Angkat Besi Nasional (Pelatnas) lantai 9 lobi Graha Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020) sore melakukan pemantauan virtual Badan Latihan Nasional Olimpiade Tokyo. Menpora Indonesia menghimbau semua atlet yang dilatih secara nasional untuk tetap terlatih sambil melaksanakan program pelatihan yang terlatih.

Dalam semua kasus, termasuk saat pandemi seperti saat ini, ketika kunjungan sangat sedikit, Menpra, Indonesia selalu memastikan bahwa ijin Pelatnas beberapa cabang olahraga dipantau. Tinjauan virtual bertujuan untuk menyaksikan ujian persiapan atlet angkat besi untuk Olimpiade Tokyo, yang telah ditunda karena pandemi Covid-19 dan akan dilakukan tahun depan (23 Juli hingga 8 Agustus 2021). – ‚ÄúPelatnas mempertandingkan tiga cabang olahraga, saat ini kita pantau bulu tangkis, angkat besi dan menembak. Kali ini PB PABBSI, karena salah satu tujuan angkat besi adalah meraih medali, tapi Eko Yuli berharap salah satunya. Katanya Erawan menang Kemajuan yang bagus. “- Sebuah pesan khusus dikirimkan ke Pengangkat Internasional. Ketika dia mendengar kucing itu, dia sering terlatih dan terlatih dengan baik di rumah dan memiliki hubungan dekat dengan keluarganya.

“Dengan situasi saat ini, tidak hanya Eko yang harus mendisiplinkan anggota keluarganya. Bayangkan Olimpiade. Ia memerintahkan agar masa depan Tokyo, jika tidak impian disiplin yang ketat akan hilang.

Menurut Waketum PB PABBSI Djoko Pramono melaporkan ada program yang bernama “Achievement Test Progress”, yaitu kompetisi internal yang dirancang untuk menyesuaikan dengan standar kompetisi International Weightlifting Federation (IWF). Juga penting untuk mengikuti peraturan kesehatan secara ketat untuk melaksanakan semua. People.

“Untuk mengetahui kemajuan atlet, diadakan tes kemajuan setiap bulan. Ini adalah kompetisi internal yang sepenuhnya sejalan dengan Dana Internasional untuk Alam. Dia mengatakan bahwa uraian peraturan kesehatan Kementerian Pemuda dan Olahraga ditegakkan dengan ketat. Saat ini, jumlah orang di seluruh gedung tidak boleh melebihi 30. -Dia Melapor.

Sementara itu, Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg), Windy Cantika Aisyah (kelas 49 kg), Nurul Akmal (kelas 87 kg); Rahmat Erwin Abdullah (kelas 73 kg) masih dalam babak kualifikasi, Triatno (kelas 73 kg). Progres ujian, Putri angkat besi terbaik, juara pertama Windy Cantika Aisyah (skor 287,17), peringkat kedua Nurul Akmal (skor 262,28). Putra, juara pertama Eko Yuli Irawan (skor 429,19), juara kedua Rahmat Erwin Abdullah (skor 410,76)).

Hadir di hadapan para saksi, Presiden KONI Pusat Marciano Norman, perwakilan KOI Indra Gamulya, mantan direktur PABBSI Adang Dorojatun, pelatih kepala Dirja Wihardja dan pelatih. (*)

Tinggalkan Balasan