2020-12-18 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat Menpora Zainudin Amali untuk terus berinteraksi dengan anak muda dan atlet.

Kali ini hari Senin dari ruang situasi lantai 9 Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat. Kemarin sore (18/5/2020), Menpora menanggapi permintaan Pengawal Pemuda Nasdem dan membahas “pandemi Covid-19 dan Nasib olahraga Indonesia sesudahnya “. Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar, Presiden PBI (Persatuan Bowling Indonesia) Percha Leanpuri, Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga Partai Nasdem DPP Moh Haerul Amri, Wakil Pengawal Pemuda Nasdem Kresna Dewanata dan Adien Jauharudin berpartisipasi dalam diskusi media dan Chepy Aprianto. Menpora mengatakan lebih dari 200 negara / wilayah telah merasakan pandemi Covid-19. Setiap negara melakukan yang terbaik untuk memutus rantai distribusi dengan cara yang berbeda-beda, beberapa diantaranya sudah lengkap, semi-lock atau PSBB, seperti di Indonesia. Tiap kali kita lihat Cipika Cipiki bersalaman, sekarang mereka memakai topeng dan menjaga jarak, “kata Menpora. Meski ketidakpastiannya besar, situasi spesifik di dunia olahraga pasti akan berdampak besar dan pertandingan akan terhenti tahun ini. Peristiwa besar akan tereliminasi, dan konsekuensinya akan terakumulasi di tahun mendatang. Pandemi sudah berakhir atau setidaknya hanya di negara tertentu. “Karena upaya memutus rantai pandemi Covid-19, semakin banyak acara olahraga yang akan disiapkan tahun depan. Haruskah kita berhenti dan menunggu sebentar? “Tanya Menpola.” Tentu saja tidak, kami menggunakan momentum ini untuk mempersiapkan dan merencanakan. ” Saya ingin meletakkan dasar yang kokoh (Disain Olahraga Nasional), agar mudah bagi yang akan maju kedepannya, karena pondasi dan pondasinya sudah ada. “Menpora menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan