//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terjun langsung ke Indramayu untuk memastikan keamanan inventaris | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk memastikan ketersediaan pangan, terutama di tengah pandemi yang tiada henti ini.

Usai beberapa kali putaran kegiatan dan kunjungan ke wilayah tersebut, pada Sabtu (05/09/2020), Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja dalam rangka panen padi di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Pertanian Menteri Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan bahwa pertanian adalah sesuatu. Setiap orang di dunia selalu membutuhkannya.

“Saya sangat senang berada di lingkungan Haurgeulis ini sampai saya mengalami pasang surut,” lanjut Syahrul. Selain itu, Siarul mengatakan Menteri Pertanian harus berkunjung ke daerah tersebut untuk mendengarkan keluhan petani dan memenuhi kebutuhannya. “Dalam perjalanan ke sini, saya ditelepon Presiden. Dia mengatakan kepada saya untuk tidak lalai menjaga pertanian kita dan menyelesaikan persoalan Indra Mayo.” Karena pertanian adalah satu-satunya sektor ekonomi yang tidak menyusut, itu sudah menjadi negara kita. Tulang punggung perekonomian, ”jelas Syahrul.

Di saat yang sama, menanggapi kelangkaan pupuk di Indramayo saat ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Didampingi pejabat dari Eselon 1, Syahrul yakin akan hal tersebut. Hal itu akan segera dilaksanakan.

“Saya sangat bangga Kabupaten Indramayu menjadi penghasil beras terbesar di Indonesia pada tahun 2019. Kabupaten Indramayu telah membuktikan prestasinya yang luar biasa. Syahrul mengatakan, Indramayu mampu membuktikan ketangguhannya sebagai penyumbang utama pangan negara, khususnya di kawasan Pantura. Ibu petani. Yang penting menghitung dengan baik. Syahrul menjelaskan, antusiasme petani Indramayu masih menjadi model pertanian di daerah lain. Pada tahun 2019 produksi padi dan padi mencapai 122.920 hektar, dan produksi beras sebesar 1.376.430 ton GKG atau setara atau setara dengan 789.658 ton beras.Pada tahun 2019 output provinsi sebesar 6,38 ton / ha. Luas tanam dari April hingga Juli 2020 diharapkan menjadi 105.576 hektar. Sedangkan luas panen jagung di Kabupaten Indramayo pada tahun 2019 adalah 365 hektar dan outputnya 32 ton BK. Target tanam dari April sampai Juli 2020 adalah 2.168 hektar.

Kekurangan pupuk. “Syukurlah, Menteri Pertanian akan segera menanggapi hal ini. Terima kasih Menteri,” kata Taufik.

Di tempat yang sama, Suwandi, General Manager Tanaman Pangan, mengakui Kabupaten Indramayo telah memberikan kontribusi besar dalam peningkatan produksi padi. Dukungan Kementerian Pertanian yaitu dengan memberikan kursus Indramayu melalui sarana produksi dan mesin pertanian khususnya tanaman pangan, mulai dari penanaman benih dan padi hingga mesin pertanian pascapanen, sehingga Suwandi berharap agar petani terus menggarap lahannya sendiri. Ia berkata: “Pemerintah membiarkan kami memikirkan bagaimana melakukannya.” — Suwandi juga meminta petani untuk menggunakan KUR. “Kita sudah sediakan KUR untuk hasil tanaman pangan. Semaksimal mungkin dimanfaatkan, terutama untuk Suwandi. Terus katakan. — Kali ini berupa benih padi hasil budidaya sendiri, benih jagung, Havester C, memberikan simbol simbolik bagi petani. Bantuan Combine pemanen, power pemanen, traktor roda empat, traktor roda dua, pembudidaya, pompa air, penyemprot tangan, irigasi, TPA, KUR dan AUTP. (*)

Tinggalkan Balasan