2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim), mencapai percepatan tanam padi pada musim tanam kedua atau musim kemarau / kemarau untuk menjaga ketahanan pangan. Langkah menghindari krisis pangan pasca pandemi COVID 19, bahkan FAO memperingatkan bahwa dunia akan mengalami krisis pangan akibat pandemi ini. Hoffafa mengatakan dalam acara promosi penanaman padi yang disampaikan oleh Maritoto Birovo, Bupati Tulugagon, dan Sekretaris Daerah Jawa Timur Hru Jahono dan Falcopida Tulonggagong, Minggu. (7/6) Di Kec. Khofifah, sistem perbenihan Jajar legowo varietas inpari 42 digunakan langsung untuk pembenihan padi. ​​Ia menegaskan bahwa percepatan perbenihan adalah untuk memperkuat kemandirian pangan di Jawa Timur dan di tingkat nasional. Ia mengatakan: “Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, pemerintah daerah toko bahan pangan di daerah itu diwajibkan untuk mempercepat periode ini. Masa tanam padi kedua. Kelima daerah tersebut antara lain Tulungagung, Ngawi, Wilayah Nganjuk, Tuban dan Jember. Kelima daerah penyimpanan pangan di Provinsi Jawa Timur ini juga menjadi buffer zone 16 provinsi di kawasan timur Indonesia. Esia, terutama di bagian timur, esap memenuhi hampir 80% kebutuhan logistiknya.

Guna memperoleh Untuk hasil terbaik, Khofifah juga menunjuk Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur dan tim pertanian untuk memantau langsung masa tanam di setiap areal silo gabah di Jawa Timur.

“Kami berharap dari masa tanam sampai masa panen tidak mempengaruhi hasil dan panen. Harga. Katanya, saat ini luas panen pada semester I 2020 seluas 1.120.153 hektare.

Tinggalkan Balasan