2020-12-18 |  Kilas Kementerian

Asianet TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah mendistribusikan 1,6 juta alat kesehatan Covid-19 (Alkes) yang diproduksi melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mendukung pengobatan Covid-19. Bersamaan dengan itu, akan didistribusikan dan diberikan kepada kelompok kerja Covid-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja / serikat buruh, dll secara gratis. – “Pemerintah berupaya mengambil berbagai langkah untuk melindungi Covid-19 dan konsekuensinya, termasuk penerapan program pelatihan vokasi. Di BLK,” Menteri Tenaga Kerja Ida mengumumkan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) gelombang kedua dan akan berdampak pada Covid-19. Hasil pelatihan manajemen tersebut diserahkan kepada Balai Besar Pengembangan Diklat (BBPLK) Kabupaten Serang Kabupaten Serang yang diumumkan Selasa (7). / 21/2020).

Menurut Menaker Ida, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyesuaikan kembali fokus rencana penanggulangan Covid-19 dengan mengoptimalkan BLK UPTP, BLK UPTD dan BLK Masyarakat. — “BLK diminta menyelenggarakan pelatihan penanggulangan dampak Covid-19, bertujuan menyiapkan dan memproduksi barang / alat yang dapat membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19,” kata Menaker Ida. Menaker Ida mengatakan, untuk mempercepat penanganan dampak Covid-19 dan peningkatan sumber daya manusia di daerah, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta daerah harus mematuhi kebijakan pemerintah pusat. Ada secara simbolis diserahkan ke pesantren, serikat pekerja, perwakilan P3MI, dan personel peserta pelatihan PBK untuk menangani hasil pelatihan Covid-19. 4000 masker; 108 Hazmat; 16 wastafel portabel dan 32 wastafel otomatis.

“Bagi penerima manfaat yang mendapatkan manfaat dari pelatihan untuk mengelola dampak Covid-19, semoga alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat mengatasi Covid-” ujarnya 19. “— Pada saat yang sama General Manager Binalattas Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak wabah Covid-19, pihaknya telah melaksanakan rencana penanggulangan Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK. Katanya,” imbuh Bambang Satrio Lelono. Sebanyak 8.876 peserta pelatihan BLK sudah memproduksi alat kesehatan yang dibutuhkan untuk pencegahan Covid-19 di masyarakat. Pembuatan alat kesehatan melibatkan 23 UPTP BLK yaitu 71 UPTD BLK dan 10 BLK Masyarakat.

“Hasilnya, sebanyak 1,5 juta masker, 47.000 APD, 50.000 hand sanitizer, 26.000 masker wajah dan 1.116 sink bisa diproduksi,” ujarnya.

Bambang Satrio menjelaskan bahwa hasil pelatihan penanggulangan dampak Covid-19 di BBPLK Serang telah dikelola oleh unit pengendali Covid-19 di wilayah perkotaan Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang. Didistribusikan di beberapa daerah. Memperkenalkan Walikota Serang Syafrudin; Kepala BBPLK Serang Agung Nur Rohmad; Kepala Dinas Tenaga Kerja Serang Akhmad Benbela; dan Satgas Serangan Covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan