2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus meningkatkan kemampuan perusahaan penyelamat dan / atau proyek bawah air agar lebih kompetitif dan menguasai negaranya. Menjadi perusahaan yang kokoh, layaknya perusahaan pelayaran yang berkembang pesat belakangan ini.

Direktur Marine and Coast Guard (KPLP) Ahmad (Ahmad) dalam “Brief on Empowerment of Rescue Companies” Underwater Engineering Tata Umum Transportasi Laut Bogor Tahun Anggaran 2020.

Perhubungan Berbagai upaya yang telah dilakukan Kementerian Perhubungan, Administrasi Umum Angkutan Laut akan meningkatkan kapabilitas perusahaan penyelamat bawah laut dengan melakukan pendataan perusahaan yang benar-benar bekerja di bidang penyelamatan / pekerjaan bawah laut dan perusahaan yang dalam kondisi baik dari segi permodalan dan peralatan kerja. Ahmed berkata: “Hasilnya, perusahaan yang dapat bersaing dengan perusahaan yang sudah ada akan lahir. Menurutnya, pekerjaan penyelamatan / bawah air hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang didirikan khusus. Digunakan untuk kegiatan penyelamatan. Pekerjaan bawah air / bawah air dilakukan sesuai dengan ketentuan pekerjaan penyelamatan dan / atau kapal selam Menteri Perhubungan Nomor 71 Tahun 2013 Pekerjaan.

Menurut data review dari tahun 1990 hingga 2019, jumlah perusahaan penyelamat / pekerjaan bawah air di Indonesia sekitar 10. Perusahaan besi 250 memiliki pekerjaan penyelamatan / kapal selam SIUP.Namun, menurut manajemen KPLP, perusahaan penyelamat / Hasil evaluasi rekayasa bawah air dan komunikasi hasil rekayasa, baru sekitar 58 perusahaan yang aktif.

Ahmad lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam rilis tanggal 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan komersial terintegrasi secara elektronik Setelah ada peraturan pemerintah, maka proses perizinan bagi perusahaan penyelamat / pekerja bawah air adalah mendapatkan NIB (kode identifikasi perusahaan) dan izin komersial melalui single submission agency online (OSS).

SIUP penyelamatan dan rekayasa bawah air yang dikeluarkan sebelum 2018 Kemungkinan besar pemegangnya tidak terdaftar di organisasi OSS, dan SIUP yang dikeluarkan sebelum 2013 tidak memenuhi persyaratan perizinan. – “Saya tegaskan kepada perusahaan yang tidak mematuhi regulasi terbaru bahwa kami akan mencabut penyelamatan / pekerjaan kapal selam aliran SIUP. ‚ÄúSelain itu, pihaknya terus memberikan konsultasi publik yang lebih baik dan lebih cepat kepada PNS serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, agar pelaksanaan di lapangan tidak dibatasi oleh izin yang tidak diterbitkan. Tujuan Underwater Works dan Underwater Works adalah untuk mengoptimalkan pengembangan perusahaan penyelamat / pekerjaan bawah air untuk mencapai Revolusi Industri 4.0 dan sosialisasi layanan berbasis sistem online, serta pelaksanaan layanan perizinan usaha terintegrasi secara elektronik oleh Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018. – – Diharapkan dengan adanya kegiatan ini menghasilkan hasil yang dapat meningkatkan kinerja penyelamat / rekayasa bawah air berupa pendataan oleh perusahaan penyelamat / perusahaan teknik bawah air, melaksanakan SOP penyelamatan bawah air / SIUP yang disetujui pekerjaan, dan menerbitkan SOP SIUP Dan izin penyelamatan / aktivitas kerja bawah air dan layanan publik online berdasarkan sistem. (*)

Tinggalkan Balasan