2020-07-09 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEW.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah penempatan dan perlindungan kapal Indonesia (ABK).

“Pemerintah telah meluncurkan dan akan terus mengambil tindakan untuk meningkatkan perlindungan nelayan”, Menteri Tenaga Kerja Ida dirilis pada hari Kamis (18/6/2020) konferensi video tentang peningkatan tata kelola Indonesia perlindungan ABK kapal penangkap ikan asing Mengatakan dalam pidato di briefing. — Menaker Ida mengungkapkan bahwa masalahnya belum menyelesaikan proses perizinan, proses rekrutmen dan pengumpulan data, pelatihan dan proses sertifikasi perusahaan yang akan mengerahkan personel, dan proses pelatihan untuk anggota kru yang akan datang. Sebagai proses pemantauan.

“Kami pasti akan melakukan langkah-langkah evaluasi ini dan langkah-langkah perbaikan sehingga dampak masalah yang disebabkan ketika bekerja di kapal di masa depan dapat diminimalkan,” kata Menteri Ida.

Menteri Ada juga mengungkapkan bahwa Keputusan No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia (PPMI) dengan jelas menetapkan bahwa awak kapal penangkap ikan Indonesia yang bekerja di kapal yang mengangkut orang asing dengan bendera adalah bagian dari perlindungan PMI- PMI. Perlindungan sebelum, selama dan setelah bekerja. Dia mengumumkan: “PMI juga dilindungi oleh aspek hukum, sosial dan ekonomi.” Undang-undang baru Indonesia tentang perlindungan pekerja migran dianggap telah merumuskan dan melindungi hak dan kewajiban pekerja migran. PMI dan keluarganya .— Tapi dia mengakui bahwa masih ada kekerasan dan perbudakan modern di laut, dan banyak pelanggaran terhadap hak-hak PMI dan keluarganya. — Menaker Ida percaya bahwa sangat penting bagi kepentingan bersama untuk mewujudkan sistem manajemen yang lebih baik untuk penempatan kapal migran dan untuk mengambil keuntungan dari potensi maritim negara dan apa yang terkandung di dalamnya untuk memungkinkan perairan Indonesia untuk

“Untuk masa depan, nelayan Atau bahkan awak kapal penangkap ikan kami tidak lagi bekerja di kapal asing, tetapi juga bekerja di kapal berkualitas di Indonesia. “(*)

Tinggalkan Balasan