2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sejak diberlakukannya Traffic Separation System (TSS) di Selat Sunta dan Lombok pada 1 Juli 2020, Kementerian Perhubungan terus memberikan perlindungan dan menciptakan keselamatan dan keselamatan kapal layar melalui Administrasi Umum Angkutan Laut.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang ditetapkan oleh Administrasi Umum Keselamatan Maritim harus menetapkan beberapa regulasi untuk melindungi dan meningkatkan keselamatan navigasi, termasuk persyaratan pelaporan untuk kapal yang melintas. TSS Selat Da Da dan TSS Selat Lombok cocok untuk kapal yang hendak menuju pelabuhan. Peraturan Lalu Lintas Pelabuhan dan Lintas Selat Indonesia Demikian kata sambutan Direktur Navigasi Henki Ankasawan atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Laut diawal sosialisasi dan pembukaan angkutan. Lombok Separation System (TSS) dan Keputusan Menteri Perhubungan KM. Mengenai penetapan sistem trayek Selat Lombok di Bali pada 1 Januari 2020. Menurut Hengki Angkasawan, jalur angkutan laut kapal dagang di Asia Timur melewati Selat Malaka, serta Selat Sunta dan Lombok. Selat. Tiga Selat menyediakan jalur transportasi strategis yang sangat penting bagi transportasi laut internasional, terutama negara-negara Asia Timur seperti China dan Jepang. Apabila terdapat kendala navigasi di kawasan Selat Malaka, alternatif jalurnya adalah melewati Selat Sunda dan Selat Lombok. Selain itu, ia menambahkan, Selat Sunda dan Selat Lombok juga merupakan bagian dari Selat Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menghubungkan perairan laut. Bahasa Hindi melintasi perairan Indonesia. Penetapan ALKI merupakan hasil Indonesia sebagai negara kepulauan.Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang Nomor 17 Republik Indonesia pada tahun 1985, meratifikasi negara kepulauan sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan meratifikasi Hukum Maritim Internasional tahun 1982. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah diakui oleh dunia internasional sebagai negara kepulauan yang berdaulat atas seluruh perairan Indonesia. Lebih penting lagi, Hengki melanjutkan, peran strategis Selat Sda dan Selat Lombok tidak hanya sebagai jalur pelayaran yang padat, tetapi juga sering digunakan untuk pelayaran internasional, dan terdapat juga kapal penumpang yang melintas jalan dari Jawa ke Sumatera. Pulau, kemudian ke Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Nusa Tenggara.

“” Kemacetan lalu lintas di Selat He dan Selat Lombok semakin mempengaruhi kecelakaan laut, seperti tabrakan kapal dan Henki mengatakan: “Ini menuntut pemerintah Indonesia dan semua pihak terkait untuk segera mencari solusi dan menentukan tindakan Untuk meminimalisir bencana laut. “- Henkey mengatakan bahwa pasca penerapan TSS di Selat Sunda dan Taiwan, keselamatan transportasi harus dilindungi dan ditingkatkan. Administrasi Umum Angkutan Laut Selat Lombok Kementerian Perhubungan telah menetapkan beberapa peraturan, antara lain persyaratan pelaporan TSS Selat Unda dan TSS Selat Lombok untuk kapal yang melintasi Samudera Pasifik di Vietnam, dengan tujuan masuk ke pelabuhan Indonesia dan mengendalikan prosedur perdagangan. Di dua selat ini.

Selain itu, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut telah menyusun pedoman bagi kapal yang akan melintas, terlepas dari apakah kapal tersebut hanya transit atau akan menuju pelabuhan Indonesia. Mengadopsi perintah Menteri Perhubungan KM. Resolusi Nomor 129 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute Selat Lombok.

“Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut, maka sistem notifikasi dan informasi navigasi di Selat dan Selat Lombok adalah wajib, yaitu semua kapal berbendera Indonesia melakukan penyeberangan / pemotongan kartu karantina. Lalu lintas melalui zona pencegahan (TSS) Sementara itu, bagi seluruh kapal asing yang masuk TSS dan Selat Lombok dengan Traffic Separation Card (TSS) sangat disarankan untuk ikut serta dalam sistem informasi dan pelaporan navigasi “, kata Hengki.

Selain itu, kata Hengki, dalam Saat melakukan perjalanan di Selat Tat dan Lombok, komunikasi antar kapal harus dilakukan dengan dialog yang mudah dipahami dan ringkas.Untuk sel TSSUntuk mencapai Sunda melalui siaran VHF di saluran 22 atau 68 berjuluk VTS Merak, dan untuk mencapai Selat Longta melalui THF melalui radio VHF di saluran 16 atau 68 berjuluk Benoa VTS, semua kapal yang melewati TSS harus sepenuhnya mematuhinya. Patuhi tugas. – “Kedepannya, seluruh kapal yang hendak melewati jalur Selat Sunta dan Selat Lombok akan diundang untuk memberikan informasi mengenai kondisi kapal, termasuk informasi ukuran kapalnya, termasuk kondisi pemberat dan pemuatan, dan Hengki menyimpulkan : “Mengangkut barang berbahaya dan informasi lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan aspek tertentu, yaitu perlindungan dan keselamatan navigasi.”

Tinggalkan Balasan