2020-12-18 |  Kilas Kementerian

Denpasar, TRIBUNNEWS.COM-Dampak pandemi Covid-19 terhadap UMKM tidak merata. Ada usaha kecil dan menengah yang menerima pinjaman bank dan lembaga keuangan lainnya, dan aktivitasnya menurun dalam hal produksi dan penjualan. Mereka mengalokasikan rencana restrukturisasi pinjaman dan subsidi bunga.

Selain itu, terdapat pula UMKM koperasi yang terdampak Covid-19. Di sini, tambahan anggaran modal kerja juga dialokasikan ke koperasi melalui LPDB KUMKM. Nyatanya, tidak banyak orang yang tidak memiliki rekening bank. Oleh karena itu, pengusaha mikro sangat membutuhkan larangan presiden yang produktif terhadap usaha mikro.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memaparkan penjelasan saat pengalihan larangan produksi presiden terhadap usaha mikro di Provinsi Denpasar, Bali. , Sabtu (14/11) — “Saat ini, Banpres yang berorientasi pada produksi telah didistribusikan kepada 9,3 juta usaha mikro di seluruh Indonesia, dengan total bantuan sebesar Rp 22,38 miliar,” kata Teten.

Tak hanya itu, Teten juga menyebut bahwa pemerintah memahami pandemi Covid-19 berdampak signifikan. Tak terkecuali UMKM di industri pariwisata Bali yang sangat bergantung pada wisata luar negeri dan domestik.

“Hampir seluruh industri pariwisata tutup akibat pandemi. Oleh karena itu, kontraksi Bali masih tinggi, minus 12%. Namun, begitu wisatawan kembali, saya yakin perekonomian Bali akan segera pulih kembali. Tujuan.

“Karena Bali telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional, khususnya dalam industri pariwisata selama ini, produksi Banpres yang efisien untuk usaha mikro Bali menjadi salah satu prioritas kami. Bali adalah tempat Indonesia menunjukkan kepada dunia internasional. Total alokasi Banpres untuk usaha mikro berorientasi produksi di Bali adalah Rp 16 miliar.

Tinggalkan Balasan