2020-12-18 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Untuk meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan keterampilan asesor SMK3. Mengingat pandemi Covid-19, penerapan SMK3 saat ini menjadi semakin penting. Binwasnaker dan Managing Director K3 Iswandi Hari menjelaskan, kemunculan asesor SMK3 yang berkompeten dan berwawasan semakin mendesak. Kapasitas asesor harus terus ditingkatkan guna menjaga penerapan SMK3 di Indonesia, khususnya pandemi Covid-19, agar bisa mengikuti perkembangan perusahaan / industri. Kata Iswandi di Jakarta, Rabu (22/7/2020) agar bisa menampilkan yang terbaik guna menyelesaikan satu unit keahlian tertentu atau kumpulan sertifikasi yang dipersyaratkan.

Mendorong peningkatan penilaian kemampuan SMK3 Anggota Iswandi mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan rangkaian tugas melalui Biro Pengembangan K3, salah satunya adalah pelatihan pemahaman dan implementasi ISO 45001 bertema Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) 2020. Dari Balai BBPK3 Makassar, Balai K3 Peserta pelatihan dari Bandung, Balai K3 Jakarta dan Biro Pengembangan K3 Kementerian Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan ini. (21/7/2020) Acara tersebut dapat memberikan multiplier effect bagi terwujudnya budaya ‘K3 di negeri yang kita cintai ini.’ Kata Wangdy. -Iswandi menjelaskan, sertifikasi ISO 45001 merupakan standar internasional yang menentukan persyaratan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sertifikasi ISO 45001 memungkinkan organisasi untuk berintegrasi dengan sistem manajemen lainnya, seperti ISO 9001 2015, ISO 14001 2015. Harus siap untuk melatih penilai yang berkualifikasi. Dan sertifikasi. Ia mengatakan hal ini terkait dengan penguatan sistem untuk memastikan terlaksananya penilaian yang kompeten dan kredibel. — Direktur Pengembangan K3 Muhammad Idham membuka pelatihan pemahaman dan penerapan ISO 45001 pada 21 Juli 2020 (Selasa). Mampu melatih penilai kompetensi yang kompeten dan handal serta memahami ISO 45001: 2018 berdasarkan ISO Guide 8 (Annex SL) tentang penerapan SMK3

“Melalui pelatihan ini, peserta dapat melakukan migrasi dokumen (manual, kata Muhammad Idham (*), dan memahami perbedaan antara OHSAS 18001: 2007 dan ISO 45001: 2018, serta memahami dan memahami ISO 45001: 2018 Klausul, menilai apakah sesuai dengan peraturan ISO K3 yang relevan.

Tinggalkan Balasan