2020-12-18 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau segenap Dinas Sumber Daya Manusia (Disnaker) Indonesia sebagai jajaran puncak untuk bekerjasama dan bersinergi dalam proses pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker). -Kolaborasi dan sinergi perlu diperkuat untuk menyempurnakan susunan kata, dan isi “UU Ciptaker” akan segera diserahkan ke Partai Demokrat.

“Perkuat koordinasi pusat dan kerja daerah untuk mengatasi permasalahan yang mungkin muncul selama periode ini. Pembahasan cluster ketenagakerjaan RUU Ciptaker DPR RI Panja, dan selanjutnya,” kata Menaker Ida Fauziyah saat itu, dan berbincang dengan masyarakat dari seluruh Indonesia, Senin. Kadisnaker provinsi menggelar rapat koordinasi di bidang ketenagakerjaan yang sebenarnya di Jakarta (3/8/2020). -Menaker Ida menambahkan bahwa bentuk kolaborasi dan sinergi lainnya selalu mengedepankan kekuatan dialog untuk memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan, memberikan pemahaman yang positif kepada pemangku kepentingan tentang UU Cipta Kerja, khususnya kelompok pekerja; Berkoordinasi dengan instansi terkait di daerahnya masing-masing; serta mendukung dan menggalakkan kegiatan komunikasi publik terkait ketenagakerjaan cluster Bill Ciptaker.

Menaker Ida mengatakan bahwa Bill Ciptaker merupakan upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan dan kelangsungan kerja, serta meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja. Insiden PHK.

Ciptaker Bill dirancang untuk memenuhi kebutuhan tantangan kerja. Apalagi dalam konteks pandemi Covid-19.

“Bill CK lebih maju dalam melindungi pekerja. Bapak-bapak sekalian juga harus mengirimkan pesan kepada pemangku kepentingannya. Bill Ciptaker menjawab tantangan ini. Pemerintah sadar itu, Perlu pembenahan, bahkan presiden sekali lagi disuruh mendengarkan tuntutan pemangku kepentingan, ”ujarnya.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida, UU Ciptaker tidak hanya ditujukan untuk memberikan kesempatan kerja bagi calon tenaga kerja.

“Mereka yang bekerja juga harus memastikan perkembangannya, justru saat pandemi Covid-19 semakin meningkat. Saat semakin parah, hal itu mendorong kita untuk semakin menyelesaikan RUU Ciptaker karena kita bisa menurunkan angka pengangguran menjadi 68.000, ”ujarnya. -Tekankan bahwa Menteri Ida percaya bahwa jumlah pengangguran di ch telah meningkat menjadi 3,5 juta. Untuk penyelesaian UU Ciptaker ini akan menjadi tugas serius bagi pemerintah Indonesia dan Biro Tenaga Kerja.

Tinggalkan Balasan