2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Guna mewujudkan keselamatan navigasi, Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut terus melakukan langkah-langkah korektif, termasuk pembangunan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan regulasi keselamatan dan transportasi. Keamanan transportasi laut. Saat ini sedang disusun draf keputusan Menteri Perhubungan tentang penguasaan jalur angkutan Pelabuhan Thar dan Dubbo di Provinsi Maluku. Tahap persiapan dan tahap pelaksanaan investigasi administrasi teknis.

Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk menyempurnakan rancangan peraturan menteri tersebut, salah satunya dengan mengadakan forum diskusi kelompok kecil (FGD) untuk meminta pendapat dari semua pihak. Pemangku kepentingan terkait. Begini caranya: Dalam forum diskusi pada Rabu (21/10/2020) tentang penentuan rute angkutan dari Pelabuhan Tual dan Dobo menuju Bogor, Direktur Navigasi Hengki Angkasawan menyampaikan pesan tersebut. Oleh karena itu diperlukan pelabuhan yang dapat memenuhi kebutuhan angkutan dan kargo masyarakat. Wilayah Tual mencakup 66 pulau, dengan 53 pulau tak berpenghuni dan 13 pulau tak berpenghuni terdaftar secara rinci. Biasanya tidak ada penduduk yang tinggal di pulau itu, sehingga menjadi titik transit kapal atau perkebunan.

“Pada saat yang sama, Pelabuhan Tulu merupakan jantung dari Kepulauan Kunci di Provinsi Maluku, salah satu tempat tersibuk, tempat bongkar muat barang dan penumpang di Tulu. Selain pelabuhan transit dan pelabuhan pelayaran nusantara, juga menyediakan peti kemas dan angkutan kapal dari luar negeri. Pelabuhan Tual juga melayani pelayaran umum (kapal perintis) ke pulau-pulau sekitarnya. Pelabuhan transit Henkey mengatakan: “Padahal, Pelabuhan Dupo merupakan ibu kota Bupati Kepulauan Aru di Provinsi Maluku. Kota Dupo telah ratusan tahun menjadi penghasil mutiara berkualitas tinggi dan memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, seperti ikan. Lobster, teripang, rumput laut, dll. Dobo juga dikenal sebagai salah satu warung ikan terbesar di perairan Alafara. — “Saat ini, Pelabuhan Dobo bertanggung jawab atas transportasi laut untuk transportasi regional dan lokal. Pelabuhan tersebut sudah masuk dalam Maritime Expressway Plan. Setiap tahun sebanyak 20.000 penumpang naik dan turun di pelabuhan Dobo, dan volume bongkar mencapai 1.500 ton. Groundbreaking angkutan laut dan pengoperasian tol harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah pusat dan Kolaborasi dan kerja sama antar pemerintah daerah juga harus berperan. Hengki mengatakan: “Dengan cara ini, hasil bisa maksimal. Oleh karena itu, saat ini untuk menjamin keselamatan dan keamanan serta kelancaran arus barang dan penumpang di wilayah Maluku, Kementerian Perhubungan akan menetapkan Menteri Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut tentang pembentukan Tual. Draf SK Pelabuhan dan Alur Angkutan Pelabuhan Dobo.

“Dengan adanya SK tersebut, Menhub menyampaikan harapannya akan terwujudnya keteraturan, mobilitas dan keselamatan angkutan laut pelabuhan untuk mendukung perekonomian kawasan timur Indonesia. “

Tinggalkan Balasan