2020-12-18 |  Kilas Kementerian

Swedia TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mandan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis melepas ekspor 4.000 ton jagung dan produk terigu Banten senilai Rp. Mengekspor USD 16,2 miliar ke negara tujuan di China dan Filipina.

Ia juga mendorong berlanjutnya perluasan akses pasar ekspor produk jagung dan gandum ke berbagai negara. PT. Bungasari, menurut saya ini adalah salah satu kegiatan untuk mempercepat penguatan ekspor Indonesia. Syahrul dalam wawancaranya, Sabtu (18/7/20) mendatangi pabrik pengolahan terigu milik PT Bunga yang berlokasi di Bandar Samudera, Tigal Ratu. ), Chivadan (Ciwadan), Cilegon (Cilegon), Banten (Banten) kawasan pelabuhan Kakatau. Menurut Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dollar AS. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,09% dari Mei 2020 menjadi 10,53 miliar dolar AS.

“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian terus mengalami peningkatan. Kami akan terus mendorong dan mengoptimalkannya agar dapat memungkinkan. Dia berkata: “Bantu negara kami.” – Mandan menambahkan bahwa kami akan terus melakukan upaya terbaik untuk produksi dalam negeri dan meningkatkan ekspor. Namun, meski harus mengimpor, pihaknya berniat untuk mengekspor kembali dalam bentuk produk jadi, sehingga Direktur Karantina Pertanian Ali Jamil menjelaskan, pihaknya secara akumulatif menggalakkan ekspor jagung dan produk terigu Banten. Dengan berat 4.000 ton senilai Rs 16,2 miliar, sisa produk yang terdiri dari pati jagung, gluten jagung, dan jagung berupa bubuk dan dedak jagung.

“Kami memperkuat layanan untuk memastikan penerimaan produk pertanian luar negeri adalah tujuan Barantan mendorong ekspor,” katanya. Jamil (Jamil .

) Selain itu, ia mengatakan dedak terigu yang diekspor ke Filipina tidak kurang dari 204 ton, dan dedak gandum yang diekspor ke China tidak kurang dari 656 ton, dimana total 860 ton dedak gandum dikemas dalam 8 Dalam satu kontainer nilai ekonomisnya Rp. . 3,4 miliar .

Arum Kusnila Dewi, Kepala Pusat Karantina Pertanian Cilegon II, mengatakan, pihaknya melihat peningkatan ekspor yang cukup besar selama semester pertama dan pertengahan Juli 2020, yaitu nilai barang senilai Rp. 118,8 miliar dollar AS, hanya naik Rp 16 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Hanya 6,8 miliar dolar AS.

Tinggalkan Balasan