2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, berbagai kontribusi pakar dan organisasi, serta evaluasi pelaksanaan keempat menteri tersebut, pemerintah menyesuaikan keputusan bersama empat menteri tersebut. Hijau, pemerintah memutuskan bagaimana menerapkan prosedur kebersihan yang ketat untuk pembelajaran tatap muka.

“Tugas utama pemerintah adalah mengedepankan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik dan pendidik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan: Akan dilaksanakan pada Jumat (7/8/2020) di Jakarta Konferensi pers penyesuaian kebijakan pembelajaran saat pandemi COVID-19.

Baca: KPAI: Peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kursus darurat Teta Pkan tidak begitu penting – — Untuk wilayah oranye dan merah, Magang tatap muka di satuan pengajar dilarang, dan c melanjutkan belajar di rumah (BDR).

Berdasarkan 3 Agustus, sekitar 57% siswa masih di tahun 2020 data di http://covid19.go.id Area merah dan oranye. Sementara itu, sekitar 43% siswa berada di area kuning dan hijau.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa keadaan pandemi COVID-19 tidak memungkinkan adanya aktivitas. Proses belajar mengajar bisa berjalan normal .— -Untuk mencegah penyebaran, ratusan ribu sekolah ditutup, sekitar 68 juta siswa melakukan kegiatan home learning, dan sekitar 4 juta “guru” melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Ditemui saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Kendala antara lain kesulitan guru dalam mengelola PJJ dan selalu fokus pada penyelesaian rencana. Pada saat yang sama, tidak semua orang tua dapat membantu anaknya belajar di rumah dengan sebaik-baiknya karena mereka harus bekerja atau mempunyai kemampuan untuk mendukung pembelajaran anaknya .— – “Siswa juga sulit berkonsentrasi belajar di rumah, dan rasa bosan semakin meningkat, kata Mendikbud. “Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pemerintah telah mengeluarkan metode penyesuaian wilayah untuk pembelajaran tatap muka.

Baca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kursus darurat untuk belajar selama pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan