2020-12-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) dan jajarannya terus bekerja keras memastikan pasokan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini, berbagai rencana telah dilaksanakan.

Oleh karena itu, pahlawan pangan wajib disyukuri oleh masyarakat, terutama bila sektor pertanian telah berhasil menjadi penopang utama perekonomian nasional. Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak terkena pandemi Covid-19. Ketika pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi banyak negara dan sektor pendukungnya menurun, sektor pertanian mencapai pertumbuhan positif bahkan menjadi penyelamat dan penggerak perekonomian nasional. Banyak sektor lain juga cenderung menurun. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia turun menjadi 4,19%. Hanya sektor pertanian yang kuat dan pertumbuhannya positif, “kata Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Penerangan dan Humas Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/8/2020) .- Baca: Diharapkan Laporan Menteri Pemadam Kebakaran dan Penyebaran Pertanian SYL Covid 19 meninjau fasilitas Kementerian Pertanian-BPS mengumumkan pada triwulan II tahun 2020 bahwa PDB sektor pertanian memberikan kontribusi 16,24 dan merupakan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada tahun 2020 yaitu Pada triwulan pertama dan kedua, pertumbuhan PDB sektor pertanian sudah positif, menandakan telah berdampak positif pada hulu, hilir bahkan jasa penunjang pertanian. Suatu saat akan selalu ada dan membantu para petani, penggembala serta membutuhkan dukungan dalam menghadapi pandemi seperti saat ini Rakyat. Bibit, pupuk, alat mesin pertanian, bantuan fasilitas pembiayaan KUR, asuransi pertanian dan bantuan teknis skala besar sudah dilakukan, ‚ÄĚjelas Quintoro.

Selain itu, Quintoro menjelaskan bahwa dengan meningkatkan produksi, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan bantuan sarana produksi, panen dan pascapanen. Kementerian Pertanian juga terus mendorong petani untuk menggunakan Dana Kredit Niaga Rakyat (KUR) dan pembangunan pertanian berbasis perusahaan dan klaster. Petani sangat yakin, misalnya, perusahaan di Lombok Timur seluas 7.000 hektare bisa menyerap 105 miliar koop. Ia menjelaskan, hal ini juga berdampak pada kesejahteraan petani. BPS mencontohkan nilai tukar bagi petani (NTP) dan nilai tukar untuk usaha tani keluarga (NTUP) juga mengalami peningkatan. NTP nasional pada Juli 2020 sebesar 100,09, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. NTP meningkat 0,49%. Sementara itu, NTUP nasional pada Juli 2020 mencapai 100,53, meningkat 0,28% dari NTUP bulan sebelumnya.

Baca: Covid-19 Kementerian Pertanian dan Prediksi Kebakaran Gedung

Tinggalkan Balasan