2020-12-17 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan bertanggung jawab terhadap Administrasi Umum Angkutan Laut melalui Kantor Administrasi Pelabuhan dan Administrasi Pelabuhan Kelas I (KSOP) untuk memberikan bantuan gratis kepada nelayan dan ABK tradisional untuk kapal tradisional dan perlengkapan keselamatan kapal di Provinsi Lampung. -Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Andi Hartono, Kepala Kantor KSOP Banjang, kepada Kantor KSOP Banjang dan perwakilan Nelayan Lempasing di Pelabuhan Rakyat pada Kamis (18/6). Pemberitahuan tersebut mengeluarkan perjanjian sanitasi Covid-19. Kementerian Perhubungan SE No. 12 Tahun 2020, arahan penyelenggaraan transportasi laut pada masa pandemi Covid-19 beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan masyarakat yang produktif dan aman. Sejak 10 Maret 2020, setelah KSOP Kelas I Panjang melakukan pengukuran dan pencatatan perahu tradisional gratis di Provinsi Lampung, Hartono telah memberikan bantuan tersebut. Semua kegiatan ini dilakukan secara gratis sehingga nelayan dapat merasakan manfaat dari mendapatkan legitimasi perahunya.

“Sejak diterapkannya titik-titik pengukuran ini, telah terukur 307 kapal tradisional, dan 265 langkah kecil telah dilakukan. Pada saat yang sama, sebanyak 37 kapal tidak dapat melengkapi data kapal, dan terdapat 5 kapal yang berukuran lebih besar dari 7 GT. Oleh karena itu, , Penerbitan sertifikat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, ”kata Andy. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Navigasi Setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut harus memiliki surat keterangan kewarganegaraan kapal.

Untuk kapal dengan gross tonnage (Gross Tonnage / GT) kurang dari 7 GT, Pas Kecil merupakan dokumen yang sangat penting, yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, sertifikat kebangsaan kapal, dokumen integritas navigasi, keselamatan navigasi, jaminan kredit komersial , Dan untuk memudahkan pengumpulan data jika terjadi bahaya, baik itu berlayar di laut maupun dalam pelayaran.

Menurut Andy, selain menyerahkan pasquisir kepada nelayan, dalam rangka meningkatkan keselamatan navigasi di wilayah kerjanya, Bambang KSOP Kelas I juga mengalokasikan peralatan untuk keselamatan kapal nelayan. Kru tradisional.

“Bersama personel maritim lainnya yang diwakili oleh BUP PT. SLUP, Skuadron KSOP Kelas I juga membagikan 1.520 perlengkapan keselamatan kapal berupa jaket pelampung. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Biro Maritim Pelabuhan Pangbang. Awak tradisional di Provinsi Lampung, “kata Andy.

Sementara itu, nelayan penerima potongan simbolis ini dikoordinasikan oleh Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Cabang Bandar Lampung.

Melalui Ketua HNSI Nelayan Bandar Lampung Cabang Bandar Lampung, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Lampung, khususnya para nelayan di kawasan Pesavalan, atas bantuan gratisnya. — “Kami ucapkan terima kasih atas nama para nelayan dan akan terus mendukung rencana pemerintah dalam hal ini KSOP I Panjang untuk terus melaksanakan rencana yang sangat bermanfaat bagi terwujudnya keamanan kapal tradisional di Provinsi Lampung,” ujarnya. Kusari. ——Menurut Andi Hartono, ke depan pemerintah akan terus bekerja keras melalui KSOP Kelas I Panjang untuk memberikan fasilitas kepada nelayan untuk membantu mereka mengukur dan merawatnya, sehingga dapat memberi masyarakat nelayan dengan Tolong. Pendaftaran kapal gratis.

“Pemerintah berharap dengan kepemilikan legal kapal tradisional dan perlengkapan keselamatan kapal yang memadai dapat mewujudkan transportasi yang aman, andal, dan nyaman, terutama di pelabuhan Panjang dan sekitarnya,” tutup Andy. (*)

Tinggalkan Balasan