2020-12-17 |  Kilas Kementerian

Bekasi TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengunjungi rumah 4 pekerja / pekerja di Chikalang, Jawa Barat pada Kamis (17/9/2020), yang mendapat manfaat dari program subsidi upah. Kedatangan Menaker Ida terhalang antusias oleh para pekerja. Sejak usia 10 tahun.

Menurut Menteri Tenaga Kerja, satu atau lebih pekerja yang dia kunjungi hari ini mendapatkan sebagian besar dari subsidi gaji. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena dalam menghadapi pandemi Covid-19, bantuan subsidi gaji ini sangat membantu kehidupan mereka. Ada penyesuaian gaji.

“Jadi mereka mengerti, memahami situasi perusahaan dengan sangat baik dan menerima persyaratan ini. Begitu mereka memiliki rencana BSU, mereka akan bersyukur, karena setidaknya (bantuan) dapat menggantikan sebagian dari gaji mereka yang hilang akibat Covid-19,” Kata Menaker Ida. Penerima tunjangan gaji / gaji BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya, tahap pertama pengerjaan Kementerian Ketenagakerjaan menerima 2,5 juta keping data, tahap kedua menerima 3,5 juta keping data, dan tahap ketiga menerima 3 juta keping data. Saat ini, pendistribusian subsidi upah di tiga tahap tersebut sudah berjalan. -Pada tahap keempat periode ini, Menaker Ida menerima data 2,8 juta calon penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu (16/9/2020). Pihaknya akan segera melakukan pengecekan data dalam waktu maksimal empat (empat) hari kerja untuk melihat relevansi data yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kita tahu bahwa pemerintah berencana mengalokasikan BSU kepada 15.725232 pekerja secara bertahap. Besaran yang diberikan BSU kepada pekerja adalah Rp. 600.000 per bulan selama empat bulan (total 2,4 juta rupiah), dibagikan setiap dua bulan. Dia berkata: “Jumlah ini mencapai 1 juta euro dan secara aktif terlibat dalam pekerjaan BPJS. (*)

Tinggalkan Balasan