2020-12-17 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Riyanto, Peneliti School of Economics and Commerce (FEB) Institute of Economics and Communities (LPEM) mengatakan, perdagangan ekspor hasil pertanian kemungkinan besar akan meningkat drastis, terutama ketika pasar ekspor global mulai berkembang dari pandemi Covid. Untuk memulihkan. 19. Menurutnya, pembangunan ini harus disiapkan sepenuhnya oleh Kementerian Pertanian (Kentgen).

“Nanti ketika pasar ekspor naik, saya sangat optimis nilai ekspor produk pertanian kita bisa meningkat lebih dari saat ini. Sektor lainnya melemah, bahkan sektor pertanian justru menunjukkan pertumbuhan positif”, Rijanto Said, Kamis (4/5/2020).

Rijanto mengatakan pertumbuhan ekspor juga harus merata dari subsektor perkebunan ke produk lain seperti beras, kopi, dan produk olahan. Peternakan.

“Produk lain seperti kopi, teh, lada, dan lain-lain sebenarnya bisa lebih kondusif untuk meningkatkan ekspor. Khusus untuk jenis kopi Gayo sa, potensinya sangat besar,” ujarnya. Namun, Rianto mengatakan pandemi tersebut membuat ekspor kopi Indonesia tidak dapat diekspor ke beberapa kafe dan restoran di Amerika Serikat dan Eropa, dan trennya menurun.

Oleh karena itu, lanjut Rijanto, cara yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan pekarangan dalam ruangan dan “mengelola hasil pertanian yang ada.” Selain itu, Indonesia merupakan negara tropis dengan banyak sinar matahari dan iklim yang menyenangkan. Kondisi ini sangat mendukung kesuburan setiap tanaman yang ditanam. Pertumbuhan sektor pertanian tersebut mengakibatkan ekspor kumulatif Indonesia mencapai 53,95 miliar dolar AS, yang merupakan peningkatan 0,44 dolar Taiwan (year-on-year).

Dari Januari hingga April, ekspor hasil pertanian juga meningkat 15,15%. Pencapaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya. (*)

Tinggalkan Balasan