2020-12-16 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau perusahaan untuk melindungi pekerja dalam segala aktivitas bisnis, termasuk menerapkan perjanjian kesehatan kerja.

“Sebagai kebiasaan baru atau normal baru, masih sulit bagi sebagian orang untuk melakukannya. Namun, suka atau tidak, Anda perlu melakukannya, karena sejauh ini, belum ditemukan perangkat lunak anti-virus yang dapat Lawan Covid-19, ”kata Menaker Ida di sela-sela acara yang perlu ditambah tindakan preventif. Jumat lalu, PT Bina Busana Internusa Semarang Jawa Tengah tengah berupaya mencegah penyebaran Covid-19 (19/6/2020) — -Pembuat Ida menganjurkan penerapan protokol kesehatan di tempat kerja, termasuk pemeriksaan suhu secara rutin, terutama sebelum masuk ke tempat kerja, harap cuci tangan dengan sabun atau gunakan desinfektan, gunakan APD berupa masker dan sarung tangan, serta pastikan jarak dari tubuh manusia adalah 1 hingga 2 meter.

“Menaker Ida, sebuah gerakan untuk mengembangkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, mengatakan bahwa gagasan keselamatan dan kesehatan kerja harus terus bergema. Covid-19 lebih mudah dan lebih murah daripada pengobatan.

Belum lagi dampak ekonomi dan sosial dari mereka yang terpapar Covid-19.

“Sekali lagi, kita semua harus berkata:” Kami sadar memaksa diri dan lingkungan untuk mematuhi peraturan kesehatan. Setelah dipaksakan, lama kelamaan menjadi kebiasaan, “Pekerja .

” Kami juga membagikan bantuan kepada pekerja PT. Bina Busana Internusa terus berupaya untuk waspada mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja. — Dalam kurun waktu ini, Menaker juga menyatakan dalam proses pemulihan pascabencana saat pandemi Covid-19, pemerintah secara bertahap mengajak dunia usaha untuk kembali beraktivitas dan denyut perekonomian berangsur-angsur kembali normal.

Namun, Saat melakukan aktivitas, masyarakat tidak boleh lagi mengabaikan perjanjian sanitasi. Ia menjelaskan, di saat yang sama pekerja juga harus mendapat jaminan keselamatan dalam bekerja.

Menurutnya, perusahaan penerima sidak (sidak) sudah melaksanakannya. Prosedur higiene, seperti departemen (shift), telah diadopsi sehingga tidak ada penghematan saat berangkat kerja, istirahat atau pulang kerja.

“Perusahaan telah menerapkan sistem pindah seperti itu. Saya juga ingin memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati melalui pekerjaan normal, “Tamer Ida menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan