2020-12-16 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM -Dengan dukungan para pihak, prosesi pengukuhan Insinyur Profesional Indonesia Professional Engineers (PII) dan Deklarasi Komitmen Karir-Teknik Kehutanan dan Auditorium Manggala Wanabakti memberikan sertifikat pendaftaran insinyur yang diselenggarakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Asistensi (19 Agustus 2020) Ketika insinyur kehutanan mengikuti program pengukuhan yang diadakan secara online dan offline di hutan, kebahagiaan dan emosi terpancar di wajah mereka. Auditorium Dr. KLHK-Jakarta Soedjarwo .

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berharap dengan dilantiknya Insinyur tersebut dapat mendukung pengembangan rencana profesional keteknikan yang sangat strategis di era persaingan global saat ini, khususnya Komite Profesi Teknik Kehutanan (BKTH) berada di garis depan pemutakhiran — Dalam hal ini, dengan mengadopsi perjanjian kesehatan Covid-19 yang ketat, Siti Nurbaya juga mendukung penerapan UU No. 11 tahun 2014 yang mengatur bahwa insinyur asing yang bekerja di Indonesia tidak hanya harus memiliki izin kerja, tetapi juga mengeluarkan Sertifikat pendaftaran insinyur. Oleh PII .

Tenaga kerja asing dengan sertifikat pendaftaran insinyur ini harus lulus tes kecakapan yang dilakukan oleh asosiasi sertifikasi profesi / LSP untuk mendapatkan sertifikat kemahiran insinyur.

Hal ini harus dilakukan untuk melindungi pekerja lokal agar selalu dapat bersaing di pasar global.

“Rencana tersebut dilaksanakan terhadap Indonesia. Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di hadapan hukum; Indonesia yang menguasai iptek kelas dunia; dan Indonesia mampu mempertahankan negara dan negaranya dalam dunia yang semakin kompetitif. Keamanan nasional. “SDM Unggul-Indonesia Maju” juga bisa diartikan sebagai pemberdayaan ilmu pengetahuan, teknologi dan peradaban, kata Siti Nurbaya.

Menurut Siti Nurbaya, kita berperan dalam pengembangan instrumen dan teknologi. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa menjadi bagian dari dunia. Internasional.

Di sisi lain, terutama bagi pengelola hutan dan sumber daya alam Indonesia yang profesional, kita memiliki tanggung jawab pengelolaan yang baik sesuai dengan kemajuan negara, dan dapat melemahkan realisasi negara. Tangan kita, birokrasi, pengusaha, peneliti, akademisi dan aktivis. Kita harus meletakkannya di pundak kita. Secara profesional, wadah, kendaraan, rambu dan tenaga profesional yang kita miliki harus melindungi darah Indonesia Kata Siti Nurbaya (Siti Nurbaya).

Tinggalkan Balasan